by

Pengamat: Pemilih Cerdas Tak Pilih Kandidat yang Sering Langgar Protokol Kesehatan

Pengamat Pemilu, Nurmal Idrus.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pengamat Pemilihan Umum (Pemilu) Dr. Nurmal Idrus mengatakan bahwa pemilih bisa menjadikan kepatuhan Pasangan Calon (Paslon) Pilkada terhadap aturan protokol kesehatan di masa pandemi COVID19 sebagai dasar menjatuhkan pilihannya pada Pilkada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Nurmal Idrus yang juga mantan Ketua KPU Kota Makassar saat dimintai tanggapannya terkait maraknya pelanggaran protokol kesehatan oleh Paslon di Pilkada serentak.

‘FooterBanner’


“Regulasi telah jelas mengatur tentang aturan pilkada di masa pandemi lewat PKPU No. 6 Tahun 2020. Disitu jelas digambarkan bagaimana batasan Paslon bisa berkampanye di masa pandemi ini, maka Paslon yang abai dengan itu, tak bisa mengatur pendukungnya dengan baik, layak diberi ‘hukuman’ oleh pemilih”, jelasnya Jumat, 11 September 2020.

Lebih lanhut, kata dia, hukuman itu berupa pemilih bisa mengabaikan Paslon itu di bilik suara tanggal 9 Desember 2020. “Pemilih bisa dengan mudah melihat siapa Paslon yang doyan melanggar. Itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan penilaian terhadap integritas kepemimpinan mereka ke depan”, katanya Nurmal.

BACA JUGA:  Tanda Kemenangan Semakin Nyata, Dukungan Warga Makassar Terus Mengalir ke Danny-Fatma

Bahkan, lanjut Nurmal, dirinya juga tak memahami jika alasan sulitnya mengendalikan pendukung sehingga massa membludak dalam sebuah kegiatan menjadi alasan pembenar sehingga protokol kesehatan terlanggar.

“Itu artinya Paslon tak mampu mengendalikan pendukungnya, itu artinya mereka tak punya kharisma di depan pendukungnya. Selain itu, dalam kondisi saat ini justru menurut saya kampanye dengan mengandalkan media mainstream di dunia Maya jauh lebih punya prospek dalam menarik dukungan pemilih”, tutup direktur program Pascasarjana disalah satu perguruan tinggi ini.(*As)

‘PostBanner’

Comment