by

BM GBNN Makassar Terbentuk, Ratusan Mahasisawa dari Kampus Negeri dan Swasta Bergabung

DPC Garda Bela Negara Nasional Kota Makassar menyerahkan mandat kepada kepengurusan Barisan Mahasiswa GBNN Makassar.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Kota Makassar menyerahkan mandat kepengurusan kepada pimpinan Barisan Mahasisawa (BM) GBNN.

Sesuai Surat Keputusan Mandat No. 003/SK-MDT/Dpc-GBNN MKS/SS/2020 menetapkan bahwa mashasiswa UIN Alauddin Makassar, Tangguh Eka B.A. Ilham sebagai Nahkoda barisan kemahasiswaan se – Kota Makassar

‘FooterBanner’


Penyerahan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua DPC GBNN Kota Makassar, Andi Basoka yang disaksikan langsung oleh Ketua DPC, Andi Aso, Sekretaris, Nindarwati, ketua Bidang Keuangan, Muh. Said, dan Wakil Ketua OKK DPC GBNN Kota Makassar, Alamsyah.

Pembentukan Barisan Mahasiswa sendiri dibentuk sesuai UUD tahun 1945, sebagai landasan konstitusional, UU No.28 tahun 2004, tentang pendirian organisasi. UU No.8 tahun 1985, tentang ORSOSMAS sebagai landasan, UU nomor 16 tahun 2017 tetang penetapan Perppu Ormas menjadi.

Bahkan, kata dia, UU No.7 tahun 2013, tentang organisasi kemasyarakatan yang melatar belakangi dibentuknya Barisan Mahasiswa GBNN Kota Makassar

BACA JUGA:  Layanani Masyarakat di Hari Libur, Imigrasi Makassar Tuai Apresiasi dan Simpati

“Jadi, untuk saat ini baru ada 9 kampus yakni UNM, UNIFA, BISOWA, STIEM Bongaya, Amkop, Unismu Makassar, UMI, UIM dan UNI. Dan Insya’ Allah, kita akan terus melakukan sosialisasi ini”, jelas Andi Aso.

Dengan gabungan 9 kampus yang tergabung, artinya ada 180 mahasiswa yang saat mengambil bagian di BM GBNN di Kota Makassar.

Ditempat yang sama, ketua terpilih BM GBNN se-Kota Makassar, Tangguh Eka B.A. Ilham mengatakan jika gerakan kemahasiswaan ini adalah kesinambungan dan refleksi bagi mahasiswa se-Kota Makassar untuk sekiranya dapat tampil dalam berorganisasi Bukan hanya dipanggung aksi demonstrasi semata.

“Kehadiran Barisan Mahasiswa GBNN kota Makassar juga sebagai upaya merekonstruksi ulang gerakan mahasiswa yang memiliki prinsip keberanian berfikir dan keberanian menyatakan sikap”, tegasnya.(As)

‘PostBanner’

Comment