by

Inilah Visi Misi Danny-Fatma

Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) mendeklarasikan diri maju pada Pilwalkot Makassar 2020. Berlangsung di atas Kapal Pinisi kawasan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Kamis (3/8/2020).

Pada kesempatan tersebut dijelaskan visi dengan 3 misi dan 24 program strategis Danny-Fatma 2026, yang merupakan jembatan masa depan menuju Makassar terus dua kali tambah baik, yaitu:

‘FooterBanner’


I. Revolusi SDM dan percepatan reformasi birokrasi menuju SDM kota yang unggul dengan pelayanan publik kelas dunia bersih dari indikasi korupsi. Diwujudkan dalam 8 program strategis:

1. Revolusi pendidikan semua harus sekolah

2 Perkuatan keimanan ummat

3. 1.000 beasiswa ana’ lorong berprestasi

4. 10.000 skill training gratis

5. Percepatan tata pemerintahan “sombere dan smart” bersih dari indikasi korupsi

6. Menuju PAD Rp2 triliun

7. Menuju insentif kinerja RT/RW Rp2 juta dan perkuatan fungsi RT/RW dan penasihat wali kota serta para local influencer

8. Kelurahan menjadi pusat pelayanan publik yang “sombere dan smart”

III. Rekonstruksi sistem kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya menuju masyarakat sejahtera dengan imunitas ekonomi dan kesehatan yang kuat untuk semua. Diwujudkan dalam 8 program startegis:

1. Gerakan masyarakat perkuatan imunitas kesehatan dan ekonomi

2. Perkuatan fasilitas perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat

3. Penyediaan dengan kemudahan akses 100.000 peluang kerja dan peluang bisnis baru

4. Penataan total sistem BUMD dan pembentukan Makassar incorporation

5. Pembuatan Perda Omnibus “Makassar Kota Dunia”

6. Percepatan program jagai ana’ta dan program smart milenial serta social mitigation

7. Penataan total destinasi budaya dan sejarah

8. Penguatan “city branding” dan peningkatan festival dan MICE bulanan dalam skala nasional dan internasional

III. Restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere dan smart city untuk semua. Diwujudkan dalam 8 program strategis:

1. Penataan total sistem persampahan

2. Pembenahan total sistem penanganan banjir dan penanganan kemacetan

3. Pembangunan infrastruktur dan pembangunan kawasan “waterfront city” berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan

4. Peningkatan jejaring smart pedestrian dan koridor hijau kota

5. Peningkatan lorong garden dan pembentukan 5. 000 lorong wisata

6. Percepatan pembangunan sistim dan infrastruktur “sombere dan smart city” yang inklusif

7. Percepatan Makassar menjadi liveable city dan risilient city

BACA JUGA:  Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

8. Pembangunan gedung sombere dan smart, new balai kota, new DPRD

Pada kesempatan tersebut, Danny Pomanto juga menyinggung pepatah bijak yang berbunyi, ‘Satu bukti lebih baik dari seribu janji’. Menurutnya, dalam perjalanan pemerintahan di Kota Makassar rakyat telah memiliki banyak bukti-bukti dan referensi sejarah yang telah disaksikan dan dirasakannya secara langsung. Banyak inovasi-inovasi baru yang sudah terbukti dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas yang belum pernah ada sebelumnya dan sekarang lenyap ditelan kemunduran.

“Masih teringat dalam ingatan kita, pelayanan panggilan care and rescue 112, yang mampu melayani kurang lebih 1.000 panggilan sehari, yang didominasi dengan pelayanan homecare dengan sistem telemedicine yang respons time limitnya hanya 15 menit, yang sekarang tidak jelas lagi,” kata Danny Pomanto.

Selain itu, menurut Danny, RT/RW Rp1 juta, fasilitas telepon dan pulsanya, serta langganan koran sebagai update pengembangan wawasan yang sekarang tidak pernah terdengar lagi. Fungsi penasihat wali kota di kelurahan sebagai mitigator sosial sekarang dihapus tanpa penjelasan. Penanganan kebersihan dan pengangkutan sampah pukul 07.00 pagi tuntas bersih selesai setiap hari di semua ruang kota, yang sekarang sangat jarang terlihat lagi.

“Pelayanan publik yang selalu ‘anugra’ (anu gratis) untuk rakyat, sekarang penuh dengan keluhan. PAD menjadi Rp1,3 triliun dari semula kurang lebih Rp500 miliar dan sekarang berkurang menjadi Rp 1 triliun (sebelum pandemi), padahal baru enam bulan setelah kami mengakhiri masa jabatan,” ungkap Danny Pomanto.

Selanjutnya, Festival F8 yang menjadi Top 10 International Festival Indonesia yang menjadi kebanggaan rakyat Kota Makassar berusaha dilenyapkan tanpa alasan yang jelas. Selain itu, pengejaran penjualan fasum dan fasos yang sudah menjadi LHP BPK dan bekerja sama dengan KPK, terlihat makin redup.

“Ini hanya segelintir bukti-bukti yang sudah menjadi referensi kuat dalam pikiran dan hati rakyat Makassar. Rakyat Makassar menolak kalau Makassar mundur lagi. Jangan biarkan Makassar mundur lagi,” katanya.

Danny melanjutkan, semangat menolak kemunduran dan semangat mendukung kemajuan “Makassar Dua Kali Tambah Baik” adalah momen terbaik bagi kita semua rakyat Makassar untuk bersatu bersama Partai NasDem, Gerindra, Gelora, dan PBB untuk memenangkan pasangan Danny-Fatma pada 9 desember 2020. (Ip)

‘PostBanner’

Comment