by

Imun Pendaftar Kedua, Partai Berkarya Dicoret. None : Mari Ciptakan Demokrasi yang Waras

Keterangan Foto: Pasangan Calon (Paslon) Walikota Makassar, Irman Yasin Limpo – Zunnun NH (Imun) (AS)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pendaftar kedua di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar dihadiri Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota Makassar, Irman Yasin Limpo – Zunnun NH (Imun) Jum’at (4/9).

Akan tetapi di sela pemeriksaan berkas rekomendasi B1-KWK partai politik pengusung, penyelenggara mencoret partai Berkarya.

‘FooterBanner’


“Mohon maaf, kami tidak bisa mengikutkan partai Berkarya dalam partai pengusul. Sebab, laporan yang kami terima dari Kemenkumham, Ketua umum yang bertanda tangan di B1-KWK berbeda Ketua Umum yang terlampir dari Kemenkumham RI,” jelas Komisioner KPU, divisi Teknis, Gunawan Mashar.

Dari laporan yang diterima KPU Makassar, Ketua Umum (Ketum) partai Berkarya yang tandatangan di B1-KWK adalah Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Namun, sesuai Kemenkuham RI, Ketum partai Berkarya adalah Muchdi Purwopranjono.

Menanggapi pencoretan tersebut, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjed) partai Berkarya (dari kubu Tommy Soeharto), Sumarni Kamaruddin menegaskan jika saat ini SK hukum partai tersebut masih disengketakan.

“Jadi, kami menggunakan SK yang berlaku yakni SK lama, dan itu telah diterima oleh KPU RI setelah kita lampirkan bukti berupa foto yang akan di verefikasi ulang. Apalagi, kami masih menungggu jeda waktu (20 hari) untuk melakukan gugatan.”

BACA JUGA:  Jubir Adama, Indira Mulyasari Imbau Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pengundian Nomor Urut Paslon

Akan tetapi, bagi Bapaslon Walikota Makassar dengan tagline Imun itu tidak menjadi masalah. Pasalnya, dengan adanya partai Golkar, PAN, PKS sudah cukup syarat minimum dukungan kursi yang melebihi 20%.

“Soal itu, partai Berkarya ditingkat pusat sedang komunikasi dengan KPU RI, karena tidak sesuai dengan di Kemenkum dan itu hanya secara teknis saja. Tapi, dari segi aturan, kami sudah memenuhi 20% syarat jumlah kursi, sedangkan kami memperoleh 16 kursi,” terangnya.

Bukan hanya itu, bagi Irman, seleksi tahapan pemilihan ini memiliki beberapa tingkatan. Dari seleksi mendapatkan partai politik dan seleksi di Tempat Pungutan Suara (TPS).

“Dan bagi saya, seleksi pertama sudah saya ungguli, kami sudah memenangkan seleksi partai politik dengan jumlah kursi ada 16, tinggal di seleksi TPS. Jadi saya harap kepada kandidat, pemerintahan, mari kita ciptakan demokrasi yang waras,” pungkas orang yang kerap disapa None itu**(AS)

‘PostBanner’

Comment