by

Dua Bulan Pasca Banjir Bandang Lutra, 9 Desa Masih Terendam

Dua Bulan Pasca Banjir Bandang Lutra, 9 Desa Masih Terendam (int)

Smartcitymakassar.com – Masamba. Hampir dua bulan pasca banjir bandang 13 Juli 2020 lalu, masyarakat Luwu Utara (Lutra) Sulsel masih dihantui kembalinya banjir bandang tersebut. Tercatat hingga saat ini, jika hujan lebat melanda maka beberapa daerah kembali tergenang air.

Pada Selasa (1/9/2020) dini hari, banjir kembali menerjang wilayah Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Lutra. Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Masamba akibat tingginya curah hujan dan jebolnya tanggul pasir. Luapan itu mengakibatkan ratusan rumah di Bone Tua terendam air setinggi lutut orang dewasa. Termasuk menggenangi Jalan Trans Sulawesi di sekitaran Rumah Makan Padang Masamba.

‘FooterBanner’


Warga setempat mengatakan, ratusan orang kembali mengungsi akibat kejadian itu. Para korban, mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang tidak terdampak banjir. Pengungsian itu karena rasa trauma warga akan banjir bandang sebelumnya.

Sementara itu wilayah terendam banjir di Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, semakin meluas, pada Kamis (3/9/2020). Hal itu akibat tingginya curah hujan sejak malam kemarin dan meluapnya Sungai Rongkong.

Camat Malangke Barat Sulpiadi mengatakan, sebelumnya hanya dua desa terendam air di wilayahnya. Namun kini air sudah merendam enam desa, yakni Desa Wara, Limbong Wara, Waelawi, Cenning, Pembuniang, dan Pengkajoang.

BACA JUGA:  Wagub Andi Sudirman Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sulsel

“Hari ini wilayah terendam meluas ke enam desa. Kemarin hanya Wara dan Cenning,” kata Sulpiadi.

“Bahkan di Dusun Teppo, Desa Wara, ketinggian air hampir dua meter,” sambung Sulpiadi.

Diketahui sudah dua bulan banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Malangke Barat. Banjir yang merendam desa di kecamatan tersebut disebabkan berpindahnya aliran Sungai Rongkong di Dusun Rakki-rakki, Desa Wara pascabanjir bandang beberapa waktu lalu.

Mengenai meluapnya Sungai Rongkong, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara Muslim Muchtar menyebutkan, banjir akibat luapan Sungai Rongkong tidak hanya terjadi di Malangke Barat. Tetapi juga merendam perkampungan warga tiga desa di Kecamatan Baebunta Selatan.

“Desa Bringin Jaya, Lembang-lembang, dan Lawewe,” kata Muslim.

Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan longsor di Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang.

“Di Kecamatan Tanalili air Sungai Makowong juga meluap dan merendam ratusan rumah,” katanya.

Hanya saja, sampai saat ini BPBD belum menerima data jumlah korban akibat kejadian itu.

“Untuk korban jiwa, alhamdulillah belum ada, anggota masih melakukan assessment,” terang Muslim. (Ip)

‘PostBanner’

Comment