by

Mutu Pendidikan Makassar Turun, Dewan Minta Sekolah Survei Kesiapan Belajar Tatap Muka

Anggota Komisi D, DPRD Kota Makassar, Al Hidayat Samsu.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dampak pandemi Covid-19 di Kota Makassar membaut pemerintah mewajibkan para siswa – siswi harus memanfatkan belajar daring dari rumah.

Apalagi, sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengeluarkan kebijakan dengan memperpanjang belajar secara online di seluruh sekolah di Sulsel, terkhusus di Kota Makassar.

‘FooterBanner’


Namun, untuk Kabupaten/Kota di Sulsel yang masuk zona hijau, sudah bisa melakukan sekolah tatap muka.

Berbicara Kota Makassar, Anggota Komisi D, DPRD Kota Makassar, Al Hidayat Samsu mengatakan, saat ini mutu pendidikan Kota Makassar sangat menurun. Pasalnnya, sekolah di Kota Anging Mammiri ini sulit mengacu pada Kurikulum 13 (K13) yang terkait Teknologi.

“Disini sekolah harus perlu mencari solusi, perlu berinovasi, apalagi di K13 ini terkait teknologi, bagaimana caranya bisa belajar tatap muka, ya lakukan riset, mana yang bisa buka, mana yang tidak”, kata Al Hidayat. Senin (31/8/2020).

Menurut legislator fraksi PDIP Kota Makassar itu, untuk melihat layaknya atau tidak sekolah di Kota Makassar bisa belajar tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Makassar harusnya memberikan hak kepada sekolah masing – masing untuk melakukan riset atau survei.

“Misalnya SMP 6, mereka harus melakukan survei, apakah siswa siap, apakah orang tua siap anaknya belajar tatap muka, apakah siswanya sendiri siap. Dan yang terpenting, apakah kurikulum ini siap”, ucapnya.

BACA JUGA:  Tema Debat Kedua, Sejalan Prestasi Danny Pomanto di Masanya

Karena, lanjut Al Hidayat, jika Pemerintah Kota Makassar menunggu pandemi Covid-19 hilang di Kota Daeng. Maka tidak akan ada sekolah di Makassar.

“Mau zona merah, zona hijau zona kuning itu tidak masalah. Yang menjadi persoalan itu, ada yang tidak siap dalam proses pembelajaran. Karena jika kita mengacu itu (Zona) maka tidak sekolah orang”, lanjut Al Hidayat.

“Tapi, dengar – dengar ini Makassar sudah zona kuning ya, artinya sudah ada lampu ” hijau”, untuk itu sebaiknya sekolah – sekolah ini bisa melakukan survei itu tadi (cek kesiapan guru, siswa dan sekolah sendiri)”, harap Al Hidayat.

Selain itu, sebagai Komisi bidang Kesejahteraan Masyarakat yang bermitra dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Al Hidayat menyampaikan terima kasih bangak kepada seluruh orang tua siswa karena selama ini bisa menjadi guru buat anak – anaknya.

“Terima kasih, karena sudah bisa menggantikan guru sekolah – sekolah untuk mendampingi anaknya. Tapi, minta orang tua tetap bersabar, kami (Komisi D) besama Disdik akan berusaha mencari solusi untuk pendidikan Kota Makassar dalam pendimi ini busa tetap aktual, dan bisa tetap efektif membangun karakter siswa – siswi kita”, harap Al Hidayat.(As)

‘PostBanner’

Comment