by

Kupas Tentang Pemasaran Online, LPPM Unhas Gelar Pelatihan bagi Pelaku Usaha Tenun Sutera di Kabupaten Wajo

Keterangan Foto: Pelatihan LPPM Unhas bertajuk: “Pelatihan Model Kelayakan Usaha Berorientasi Pemasaran Online dalam Pengembangan Usaha dan Daya Saing Sutera di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.”

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sambut Dies Natalis ke-64 Univeristas Hasanuddin (Unhas), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan pelatihan bagi petenun sutera di kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Tempat pelaksanaan acara difasilitasi oleh Drs. Rafiuddin, Lurah Baru Tancung di Kantor Kelurahan Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo yang berlangsung beberapa hari lalu pada Kamis dan Jumat, tanggal 20 hingga 21 Agustus 2020.

‘FooterBanner’


Kegiatan pelatihan diprakarsai oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, melibatkan 22 orang peserta petenun sutera dengan tajuk kegiatan: “Pelatihan Model Kelayakan Usaha Berorientasi Pemasaran Online dalam Pengembangan Usaha dan Daya Saing Sutera di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.”

Anggota tim pelaksana kegiatan terdiri dari 5 orang yang terdiri dari: Prof. Dr. Abdul Rahman Kadir, M.Si., Prof. Dra. Dian A.S Parawansa, M.Si., Ph.d, Dr. Fauziah, MS., Dr. Jumidah Maming, SE, M.Si., dan Dr. Abdul Razak Munir, SE., M.Si., M.Mktg. Adapun yang bertindak sebagai nara sumber adalah Dr. Abdul Razak Munir dan Dr. Jumidah Maming, SE., M.Si.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Salah satunya adalah Dr. Muh. Hasbi Abbas, MT., MM sebagai fasilitator dalam penyediaan tempat pelaksanaan berlangsungnya acara.

“Pelatihan ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-64 Unhas yang kegiatannya di pusatkan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan,” beber Ketua Pelaksana, Dr. Nuraeni Kadir, M.Si.

BACA JUGA:  Dinyatakan Bertentangan dengan UUD 1945 Oleh Mahkamah Konstitusi (MK) : Panggilan Paksa Hanya Untuk Perkara Pidana Bukan Hak Angket

Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha yang bergerak di bidang tenun sutera agar memanfaatkan teknologi informasi di era digitalisasi sekarang ini. Mengingat pelaku usaha tenun sutera di daerah itu, wilayah pemasarannya belum maksimal. Hanya mengandalkan konsumen lokal dan wilayah di sekitarnya.

Tambah Nuraeni, “Sekarang ini, hampir semua sektor usaha mengalami stagnan. Penjualan produk turun secara drastis, termasuk pelaku usaha petenun sutera di Wajo. Pelatihan ini selain bertujuan sebagai stimulus untuk bangkitkan perekonomian usaha rakyat yang terpuruk akibat dari pandemi Covid-19. Juga memberikan pemahaman peran pemasaran online sebagai sarana menjaring konsumen secara global. Bukan hanya di wilayah provinsi, tapi bisa lintas provinsi, bahkan negara dengan tujuan eksppor.”

“Harapan kami, semoga kegiatan pengabddian kepada masyarakat pelaku usaha tenun di Wajo ini bermanfaat. Agar dapat melebarkan sayap pemasaran secara nasional bahkan global dan juga menjadi stimulus sekaligus momentum untuk bangkitkan kembali perekonomian rakyat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19,” pungkas Ketua Pelaksana yang juga Dosen FEB Unhas**(Rafa)

‘PostBanner’

Comment