by

Dampingi Deng Ical Silaturahmi dengan Warga, IAS: Tinggal Tiga Huruf Jadi “Dilantik”

Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal (Deng Ical) saat silaturahmi dengan warga Sudiang.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota Makassar 2020, Syamsu Rizal – Fadli Ananda terus mendapat undangan silaturahmi dari warga Kota Makassar.

Malam kemarin, Jumat, (28/8/2020), ditemani Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Deng IcalSyamsu Rizal atau yang kerap disapa Deng Ical memenuhi undangan warga RW 03, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya,

‘FooterBanner’


Silaturahmi tersebut digelar sederhana dengan mengikuti protokol kesehatan. Pada kesempatan itu, IAS membeberkan sederet keunggulan Dilan yang juga membuatnya mantap memberikan dukungan.

Bahkan, warga RW 03 Kelurahan Sudiang juga sempat menyampaikan keluh – kesah terkait pelayanan masyarakat di pemerintahan yang direspons Deng Ical atas beberapa tawaran program. 

Dalam sambutannya, IAS menyebut tersisa empat bulan, masyarakat Makassar akan memilih pemimpin baru. Ia menyebut dari sejumlah kandidat yang maju, disebutnya pasangan doktor dan dokter inilah yang terbaik. Dilan merupakan pasangan ideal yang paling layak memimpin Makassar untuk lima tahun ke depan. 

“Deng Ical ini punya pengalaman yang sempurna karna pernah jadi Wakil Wali Kota, Pj Wali Kota dan Anggota DPRD. Itu dilengkapi dengan kehadiran Fadli Ananda, seorang dokter dan pengusaha milenial. Jadi tidak diragukan lagi dalam memimpin Kota Makassar 5 tahun kedepan”, jelas IAS.

“Dilan ini sisa tiga huruf lagi jadi Dilantik,” tambah IAS yang juga dijuluki bapak pembangunan Kota Makassar. 

Ditempat yang sama, Deng Ical menyempatkan memperkenalkan beberapa program unggulannya. Mulai dari program bidang kesehatan meliputi jaminan kesehatan digital melayani (Jaket Dilan) dan satu dokter satu RW (Si Dora) hingga program bidang ekonomi seperti Kreatif Center (Kece). 

BACA JUGA:  Soal Latar Belakang Fadli Ananda, Ini Kata dr. Ermita

Bukan hanya itu, Ketua PMI Kota Makassar itu juga mendengar beberapa keluhan warga terkait pelayanan masyarakat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Lokasi Sudiang yang jauh dari kantor Dukcapil membuat warga harus mengeluarkan ongkos besar, belum lagi pengurusannya belum tentu langsung beres dalam sehari. 

“Kami warga sudiang kalau mau mengurus di Dukcapil harus mengeluarkan ongkos besar karena jarak yang cukup jauh. Oleh karena itu, saya mewakili warga di sini berharap jika kelak bapak terpilih agar membuatkan cabang di sini agar warga tidak jauh lagi untuk mengurus,” keluh salah seorang warga ke Deng Ical.

Merespons keluhan warga, Deng Ical menyampaikan bahwa soal urusan e-KTP nanti akan lebih mudah. Bersama Fadli Ananda, pihaknya mendorong semua layanan pemerintahan berbasis digital. Toh, di era revolusi industri 4.0, layanan digital merupakan keniscayaan agar daerah tidak tertinggal dan tentunya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi. 

“Itulah dinamakan Dilan, kepanjangan dari digital melayani. Jangan lagi berpikir riolo (dulu), saya paham harapan warga sekalian, karena jarak yang jauh sehingga mau dibuatkan kantor cabang Dukcapil di Sudiang. Ya sebenarnya nggak perlu karena persoalan e-KTP itu biar nanti kita yang akan bawakan, itu bisa kok kalau semuanya sudah berbasis digital”, terang Deng Ical.(*As)

‘PostBanner’

Comment