by

Polemik Kepengurusan Golkar Sulsel, Aksi Massa Minta Airlangga Instrusikan Musda Ulang

Polemik Kepengurusan Golkar Sulsel, Aksi Massa Minta Airlangga Instrusikan Musda Ulang (int)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Belum sebulan Taufan Pawe menjadi Ketua definitif DPD I Golkar Sulsel, partai berlambang pohon beringin ini berpolemik terkait masalah susunan kepengurusan baru priode 2020-2025 seusai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 di Jakarta awal Agustus lalu.

Polemik tersebut bahkan dilakukan dengan aksi protes dari kalangan angkatan muda Partai Golkar.

‘FooterBanner’


“Ketua terpilih beserta seluruh formatur tidak memiliki itikad baik untuk segera menyelesaikan komposisi kepengurusan. Tentunya ini akan berimbas pada konsolidasi pemenangan Pilkada di 12 kabupaten kota,” kata Orator dari perwakilan angkatan muda Golkar Sulsel, Rahmat, Rabu (26/8/2020), saat menduduki Sekertariat Golkar Sulsel di jalan Botolempangan Makassar.

Rahmat menegaskan bahwa dampak dari polemik itu akan mengakibatkan Partai Beringin Rindang akan kesulitan untuk memenuhi target pemenangan minimal 60 persen di daerah yang menggelar Pilkada serentak.

Selain itu, pihaknya menilai Ketua Terpilih Taufan Pawe, beserta empat formatur lainnya yang ditunjuk menyusun komposisi kepengurusan baru, tidak berjalan maksimal dan terkesan abai menjalankan amanah Musda kali ini.

Aksi ini pun meminta ketua terpilih atau ketua formatur jika tidak mampu mengendalikan persoalan ini maka sebaiknya mundur dari jabatannya.

Tak hanya itu, aksi ini pun meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstrusikan kepada DPD I Golkar Sulsel melakukan Musda ulang.

Menanggapinya, Taufan Pawe menyatakan pihaknya sudah menyusun format susunan kepengurusan, bahkan salah seorang formatur sekaligus pengurus DPP Golkar Muhiddin Said.

BACA JUGA:  Debat Putaran Kedua, Akademisi Bastian Lubis dan Ibnu Hadjar Nilai Danny-Fatma Kembali Unggul

“Untuk susunan kepengurusan sudah kami masukkan dan semua unsur terakomodir, bahkan seluruh anggota DPRD Sulsel juga masuk dalam komposisi. Usulannya sudah dikirim ke DPP untuk ditindaklanjuti, ” ujar Taufan Pawe yang kini menjabat Wali Kota Pare-pare.

Mengenai tiga formatur lainnya yang berinisiatif merampungkan kepengurusan, kata Taufan, itu tidak resmi atau ilegal karena tidak dihadiri seluruh formatur. Selain itu, sebelumnya telah dilakukan pertemuan semua formatur beberapa waktu untuk membahas susunan pengurus.

Diketahui sebelumnya, tiga dari lima anggota formatur yang ditunjuk telah mengambil langkah insiatif untuk merampungkan kepengurusan yang terlambat disusun apalagi sudah masuk hari ke 18 hari usai Musda di Jakarta 6-8 Agustus 2020.

“Langkah inisiatif ini dilakukan karena hingga batas akhir tujuh hari setelah Musda kepengurusan belum rampung, sehingga kami bertiga berusaha merampungkan hari ini,” ujar Abdillah Natsir, salah seorang formatur di kantor Golkar Sulsel jalan Botolempangan Makassar.

Tiga anggota formatur masing-masing Farouk M Betta (kanan) Abdillah Natsir (tengah) serta Imran Tenri Tata (kiri) menunjukkan dokumen penyusunan komposisi pengurus baru priode 2020-2025 di kantor DPDI Golkar Sulawesi Selatan, di jalan Botolempangan Makassar, Rabu (26/8/2020). (Ip)

‘PostBanner’

Comment