by

Soal Sosok Para Pjs Bupati Jelang Pilkada Serentak, Ini Kata Gubernur Sulsel

Nutdin Abdullah (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Jelang pilkada serentak termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel), delapan pejabat Pemprov Sulsel diprediksi mengisi tampuk kepemimpinan sementara di sejumlah Kabupaten di Sulsel. Hal ini tentunya memiliki peran strategis di tengah pesta demokrasi.

Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel belum menyiapkan pejabat Pemprov Sulsel yang akan mengisi tampuk kepemimpinan sebagai pejabat sementara (Pjs).

‘FooterBanner’


Diketahui delapan Kabupaten tersebut diantaranya Gowa, Kepulauan Selayar, Barru, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Menurut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, dirinya masih tak ingin mengungkapkan sosok pejabat dari lingkup Pemprov Sulsel yang bakal ditunjuk. Ia mengatakan, penyiapan Pjs menunggu usulan cuti kampanye dari kepala daerah petahana.

“Kalau sudah ada usulan cuti baru disiapkan,” kata Nurdin Abdullah kepada wartawan.

BACA JUGA:  Kisruh Pemprov Sulsel Menunggak Membayar Kontraktor, Mulawarman: Gubernur Nurdin Bohong Besar

Nurdin Abdullah pun menegaskan, Pjs yang akan ditunjuk harus bisa berlaku netral. Tidak membawa kepentingan politik yang justru bisa memicu kegaduhan pelaksanaan pilkada.

“Jadi Pjs yang bisa berlaku netral. Tidak membuat gaduh di daerah. Jadi tentu kita berharap Pjs yang akan datang ini, pertama bisa menjaga netralitas. Kedua jangan mengobok-obok program. Karena mereka (petahana) masih akan kembali,” tegas Nurdin Abdullah.

Sebagai informasi, pendaftaran di KPU sebagai calon kepala daerah (cakada) rencananya dibuka pada

4 hingga 6 September 2020. Dengan begitu, cakada berstatus petahana punya kewajiban untuk mengajukan cuti selama melakukan kampanye.

Adapun masa jabatan Pjs nantinya, mengikut tahapan cuti kampanye, yang masa tugasnya terhitung sejak 26 September hingga 5 Desember 2020. (Ip)

‘PostBanner’

Comment