by

“Bungung Lompoa” Kurang Perhatian Pemerintah, Ini Harapan Lapmi

Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) saat Audisi bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengenai Bungung Lompoa.(ist)

Smartcitymakassar.com – Gowa. Pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi), menggelar Audisi bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (26/8/2020).

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Juru Pelihara BPCB Sulsel, Hasanuddin langsung meninjau situs bersejarah yang dianggap tidak butuh perhatian pemerintah.

‘FooterBanner’


Hasanuddin bersama rombongan mendatangi langsung situs Bungung Lompoa, yang berada di Kelurahan Katangka, Kecamatan Sumba Opu. Pertemuan ini pun membuat perwakilan BPCB merasa prihatin dan akan menindaklanjuti masukan masyarakat.

“Situs Bungung Lompoa memiliki makna sejarah yang mendalam, apalagi sumur ini masih dimanfaatkan masyarakat sekitar Makam Raja Raja Gowa, sehingga kami menyarankan masyarakat menyurat ke Pemda dan diteruskan ke kami untuk ditindak lanjuti”, tegasnya di hadapan warga dan Mahasiswa.

Ditempat yang sama, Direktur Lapmi, Arif Wangsa mengharap, kondisi Bungung Lompoa harus mendapat perhatian ekstra apalagi memasuki musim hujan pasti akan banjir dan dapat mencemari lingkungan.

BACA JUGA:  SSDM Polri Lakukan Asistensi Implementasi Perkap Nomor 99 Tahun 2020

“Kami sangat mengharap Bungung Lompa’ dapat segera di renovasi dan mencari solusi sebelum memasuki musim hujan”, ucap Arif.

Aktifitas yang aktif dalam kegiatan sosial ini pun, mengapresiasi langkah – langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) maupun BPCB, yang meninjau langsung bahkan akan segera memperbaiki situs tersebut.

“Saya yang juga warga Katangka sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan BPCB maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, yang memberi perhatian khusus buat situs sejarah di Katangka,” tuturnya.

Pertemuan yang melihatkan Komunitas Pemerhati Sejarah (KPS) Bukit Tamalate, menjadi langkah awal buat di tengah masyarakat, apalagi sumur dan beberapa situs yang ada di Katangka memiliki umur Ratusan tahun memiliki pesan dalam kebesaran Kerajaan Gowa dimasa lampau.(*As)

‘PostBanner’

Comment