by

Cabuli Anak di Bawah Umur, Oknum Guru Ngaji Ini Diciduk Polisi

Cabuli Anak di Bawah Umur, Oknum Guru Ngaji Ini Diciduk Polisi (polrestabes makassar)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Polrestabes Makassar menetapkan seorang oknum guru mengaji berinisial AN alias DG Mappa (55) sebagai tersangka kasus asusila anak dibawah umur saat konferensi pers, bertempat di depan lobby Polrestabes Makassar, Senin (24/08/2020).

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Yudhiawan dalam konferensi pers mengungkapkan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur  yang dilakukan oleh oknum guru ngaji ini yang kita lihat personnya bukan profesinya bersangkutan yang tidak sesuai norma yang berlaku.

‘FooterBanner’


Kejadiannya  sekitar bulan Juli Tahun 2020 bertempat di Jalan Batara Bira 7 Badokka Kelurahan Pai Kec. Biringkanaya Kota Makassar. “Didepan rumah tersangka ini di bangunlah seperti balai – balai digunakan untuk mengajar mengaji”, ujar Kombes Pol. Yudhiawan.

Terungkapnya perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur berawal saat salah satu korban sudah tidak mau lagi belajar di tempat tersangka, setelah di cek ternyata ada perbuatan yang tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum ngaji tersebut.

Lebih Jauh, Setelah dilakukan pemeriksaan melalui  visum  dan dilaporkan ke Reskirm Polrestabes Makassar diketahui korban ada lima orang anak yang berumur 9 sampai dengan 12 Tahun sedangkan hasil visum yang sudah terbukti perbuatan cabul ada dua orang.

BACA JUGA:  Kukuhkan Komunitas Pendukungnya, Danny Pomanto: Perjuangan Rakyat Jadikan Makassar Dua Kali Tambah Baik

Modus tersangka melakukan perbuatan yang tidak senonoh dimana pada saat anak – anak sedang belajar mengaji tersangka meraba – raba dengan menggunakan tangannya menuju organ vital dari anak tersebut  dan tersangka melakukannya  sejak Bulan Juli 2020, Jelas Kapolrestabes Makassar.

Pasal yang dipersangkakan pasal 82 ayat (1) atau ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 TENTANG Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo. Pasal 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun, maksimal 15 s/d 20 tahun dan denda maksimal RP5 Milyar. (Hd)

‘PostBanner’

Comment