by

Perkembangan Terkini Soal Dana Tunggu Hunian, Ini Penjelasan Pemkab Lutra

Pasca banjir Lutra (ist)

Smartcitymakassar.com – Masamba. Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, belum cair karena terkendala belum rampungnya rekening calon penerima.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Luwu Utara Baharuddin Nurdin.

‘FooterBanner’


“Kita sudah siapkan dananya. Hanya saja rekening penerima DTH belum rampung seluruhnya. Jadi kita tunggu rampung, karena nantinya akan dibayarkan lewat rekening,” kata Baharuddin Nurdin.

Baharuddin mengatakan Pemda sudah menyiapkan anggaran DTH Rp 647 juta untuk 1.295 unit rumah.

“Ini untuk tahap pertama yang jumlah per KK itu Rp 500 ribu per bulan. Karena anggaran dari BNPB belum cair, sesuai janji bupati maka Pemda menalangi dahulu,” jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara (Lutra) Muslim Muchtar berdasarkan petunjuk BNPB penerima DTH adalah korban yang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat.

“Berdasarkan petunjuk BNPB bahwa korban banjir bandang yang mendapatkan DTH adalah yang rumahnya masuk kategori rusak berat. Sementara rumah rusak sedang dan ringan tidak diberikan,” kata Muslim, Minggu (23/8/2020).

Adapun dari assesment sementara BPBD Luwu Utara, rumah yang masuk kategori rusak berat 1.295 unit, rusak sedang 123 unit, dan rusak ringan 2.619 unit.

BACA JUGA:  Tuntut Bupati Barru Ditangkap, Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Geruduk Kantor Bupati dan Kantor Kejari Barru

“Itu data sementara, tim BPBD terus melakukan assesment terhadap rumah rusak,” katanya.

Selain DTH, BNPB lanjut Muslim juga akan memberikan bantuan bagi rumah warga yang rusak berat sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta.

“Kami perlu sampaikan terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), nantinya itu hanya untuk rumah kategori rusak berat jika warga tidak mengambil bantuan Rp 50 juta, jadi dana sebesar Rp 50 juta itu untuk pembangunan Huntap, yang lahannya sementara kita sepakati dengan warga korban banjir bandang,” jelas Muslim.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kerusakan Rumah per- tanggal (24/08/2020) Pukul 16:00 WITA, yang dilansir dari Pusat Data Banjir Bandang Luwu Utara rumah rusak berat sebanyak 1.453 unit, yang terdiri dari Kecamatan Baebunta 726 unit, Kecamatan Baebunta Selatan 41 unit, Kecamatan Malangke Barat 3 unit, Kecamatan Masamba 650 unit, dan Kecamatan Sabbang 33 unit. (Ip)

‘PostBanner’

Comment