by

Di Sulsel 185.766 Rekening Telah Divalidasi Menerima Subsidi Upah, Ini Kata BPJS Sulawesi-Maluku buat HRD Perusahaan

BPJS ketenagakerjaan (int)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sesuai Permenaker 14/2020 kriteria yang diterapkan bagi Calon Penerima Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yakni pekerja merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), masuk pada kategori pekerja Penerima Upah (PU), merupakan peserta BPJamsostek aktif sampai dengan Juni 2020, dan memiliki upah terakhir di bawah Rp 5 juta sesuai data yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BPJamsostek.

Menurut Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Toto Suharto, per 22 Agustus 2020, 46 Kantor Cabang BPJamsostek di Wilayah Sulawesi Maluku telah merekap data rekening pekerja sebanyak 427.410 rekening bank peserta, dari target peserta aktif yang memenuhi kriteria per 30 Juni 2020 sekitar 568.640 pekerja.

‘FooterBanner’


Adapun data rekening bank pekerja yang telah divalidasi dari 8 provinsi yakni : Sulsel 185.766, Sulbar 23.254, Sultra 59.129, Sulteng 52.799, Gorontalo 13.376, Sulut 50.183, Maluku 25.863 dan Maluku Utara 16.842.

“Kami mengimbau agar para HRD yang belum melengkapi rekening bank, segera melengkapi data rekening melalui aplikasi SMILE atau mengirimkan format excel kepada kami sebelum 31 Agustus 2020 mengingat data yg kami rekap baru 75 persen,” kata Toto Suharto kepada wartawan, Senin (24/8/2020).

Selanjutnya, pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap pertama sekitar 7,5 juta rekening pekerja yang valid dari data yang masuk 13,6 juta. Sesuai informasi dari Kemenaker akan diumumkan pada tanggal 25 Agustus 2020.

Diketahui, Program BSU ini merupakan program pemerintah dan didanai dari APBN, bukan dari dana BPJamsostek. BPJamsostek sebagai mitra pemerintah untuk menyediakan data dan rekening pekerja yang memenuhi kriteria Permenaker 14/2020.

BACA JUGA:  NA Menyumbang 1 Miliar untuk Pembangunan Masjid di Bulukumba, Ini Harapannya

Lebih lanjut Toto Suharto menjelaskan, salah satu syarat penting untuk menjadi penerima BSU ini yaitu peserta telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek selain ASN dan BUMN per 30 Juni 2020. Dan untuk untuk mengecek apakah terdaftar sebagai peserta, untuk mematuhi protokol kesehatan setiap Pekerja dapat mengeceknya melalui Aplikasi mobile BPJSTKU atau website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Sebagai informasi, olehnya pastikan kepesertaan Anda di BPJS Ketenagakerjaan masih ‘AKTIF’ per 30 Juni 2020.

Selain ini anda juga bisa mengecek status kepesertaan via aplikasi BPJSTK Mobile atau via SMS.

Bagi via website dan via aplikasi BPJSTK Mobile yang diunduh pada aplikasi store, maka jika anda pengguna baru terlebih dahulu melakukan pendaftaran.

Sedangkan pengecekan via SMS dengan cara: DAFTAR(spasi)SALDO#Nomor KTP#NAMA#Tanggal lahir#Nomor peserta, kemudian kirim SMS  ke 2757

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyerahkan dan melaunching langsung program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi karyawan swasta pada 25 Agustus 2020.

“Untuk subsidi bulan September dan Oktober kita berikan pada akhir Agustus ini,” kata Ida Fauziyah di kantor BP2MI, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2020).

Ida Fauziyah mengatakan bantuan akan diberikan 2 bulan sekali selama 4 bulan. Adapun bantuan diberikan dalam bentuk transfer langsung terhadap rekening penerima atau pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Diberikan dalam bentuk transfer langsung ke rekening penerima 2 bulan sekali atau 1,2 juta rupiah,” kata Ida Fauziyah. (Ip)

‘PostBanner’

Comment