by

Berbagai Catatan Lutra Tahun 2014 Hingga 2018

Berbagai Catatan Lutra Tahun 2014 Hingga 2018 (ist)

Smartcitymakassar.com – Masamba. Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel sekitar beberapa tahun terakhir ini menyisahkan berbagai catatan berdasarkan hasil statistik dari BPS.

IPM, garis Kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, gini rasio dan pertumbuhan ekonomi, menjadi catatan BPS yang bisa dijadikan alat untuk menentukan kebijakan bagi Lutra kedepan lebih baik.

‘FooterBanner’


Soal IPM atau Indeks Pembangunan Manusia, berdasarkan Buku Statistik Daerah Kabupaten Luwu Utara 2019, BPS mengurai bahwa Pembangunan manusia adalah suatu keharusan karena manusia merupakan sumber daya utama yang menentukan kemajuan suatu negara. Ukuran keberhasilan pembangunan manusia ini tertuang dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

IPM Kabupaten Luwu Utara terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2018, IPM Luwu Utara mencapai 68,79. Walaupun meningkat dari tahun sebelumnya, menurut BPS peringkat IPM Luwu Utara di antara kabupaten/kota di Sulawesi Selatan justru menurun dari yang semula peringkat 11, menjadi peringkat 12, bertukar tempat dengan Kabupaten Gowa. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Gowa lebih cepat daripada Luwu Utara.

Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di wilayah Tana Luwu, IPM Luwu Utara lebih rendah dari IPM Kota Palopo, Luwu, dan Luwu Timur. Hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah untuk meningkatkan pembangunan manusia harus terus ditingkatkan.

BACA JUGA:  Kapolda Sulsel Kunker ke Polres Soppeng

Sementara itu tentang garis kemiskinan, berdasarkan Handbook Indikator Makro Sosial Ekonomi Lutra Tahun 2018, BPS mencatatkan Tahun 2018 garis kemiskinan Luwu Utara adalah Rp 329.967 per kapita per bulan. Persentase penduduk miskin di Luwu Utara adalah terbanyak ke-3 di Sulsel, setelah Jeneponto dan Pangkep. Hal ini tentunya menjadi catatan tersendiri.

Selanjutnya tentang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), BPS mencatatkan sejak Tahun 2014 hingga 2018, TPT juga mengalami kenaikan. berdasarkan Handbook Indikator Makro Sosial Ekonomi Lutra Tahun 2018, BPS mencatatkan pada tahun 2014 TPT (1,8), 2015 (2,6), 2017 (3,3) dan 2018 (3,9). Menurut BPS TPT Lutra 3.9% berarti dari 100 orang penduduk yang termasuk angkatan kerja di Luwu Utara, terdapat sekitar 4 orang yang menganggur.

Lebih lanjut soal Gini Ratio Luwu Utara, berdasarkan Handbook Indikator Makro Sosial Ekonomi Lutra Tahun 2018, BPS mencatatkan pada tahun 2018

sebesar 0.361, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun Indikator Gini Ratio digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan/kesenjangan pengeluaran penduduk.

Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Luwu Utara mengalami trend positif dimana terus meningkat. Berdasarkan Handbook Indikator Makro Sosial Ekonomi Lutra Tahun 2018, BPS mencatatkan pada tahun 2015 (6,67), 2016 (7,49), 2017 (7,6) dan 2018 (8,42), meskipun jika dibandingkan tahun 2014 (8,82) pada 2018 masih rendah. (Ip)

‘PostBanner’

Comment