by

Dewan Ini Kritik Kinerja Pj Wali Kota Makassar

Keterangan: Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi / foto: ist.

Smartcitymakassar.com – Makassar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar kembali sorot kinerja Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar dalam penanganan covid-19.

Mengganti Yusran Jusuf sebagai Pj Wali Kota Makassar setelah ditunjuk oleh Gubernur Sulawesi Selatan  (26 Juli 2020) lalu, Rudy Djamaluddin diharapkan dapat menyelesaikan pandemi covid-19 yang saat ini melanda Kota Anging Mammiri.

‘FooterBanner’


Akan tetapi, anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Kasrudi, menilai kinerja Rudy dianggapnya tidak maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan di usia sudah memasuki 54 hari masa jabatannya.

“Termasuk program yang direncanakan Rudy disebut tidak ada yang maksimal. Termasuk pembuatan posko di batas kota yang sebelumnya diharapkan bisa menuntaskan pemutusan mata rantai penularan covid-19 di Makassar,” jelas Kasrudi.

Bahkan, lanjut Kasrudi, akhir-akhir ini Rudy dianggap tidak lagi fokus dalam menyelesaikan masalah covid-19 di Makassar. Sementara,sebut Kasrudi, data positif di kota Makassar masih terus mengalami penambahan.

BACA JUGA:  Online Pitching- Bizpitch 15th Round 'Calling All For Local Startup'

“Sibuk dengan dirinya sendiri, satu bulan beliau diangkat tidak ada perubahan, sementara beliau diangkat untuk memutus mata rantai covid-19,” tegas legislator Fraksi Gerindra Makassar itu, Selasa (18/8/2020).

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan bahwa Rudy akhir-akhir ini hanya sibuk mengurusi masalah infrastruktur.

“Harusnya Pak Pj sekarang membuat program untuk mumutus mata rantai covid seperti ‘Inspektur Covid’ bukan hanya perbatasan yang dijaga sedangkan didalam kota masih merah”, tambahnya.

Dari sini pula, Kasrudi membandingkan kinerja Rudi dengan Yusran, pejabat sebelumnya. Selama menjabat Rudy disebut tidak pernah lagi melakukan tracing.

Untuk itu, kata Kasrudi, Kota Makassar saat sekarang ini dinilai tidak jelas statusnya; apakah masih berada dalam status zona merah atau zona kuning.

“Kita ini tidak tau merah apa bukan. Tidak ada tracing yang dilakukan, tidak ada pemeriksaan,” tutupnya.** (As)

‘PostBanner’

Comment