by

Tumming-Abu Teken MoU dengan KPU Makassar, Soal Apa?

Keterangan: KPU Kota Makassar melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tumming – Abu Menjelang Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 / foto: As

Smartcitymakassar.com, Makassar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan tim Tumming-Abu menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020.

Kerjasama ini dilakukan dengan tujuan mempercepat sosialisasi penyelenggara kepada masyarakat Kota Anging Mammiri ini.

‘FooterBanner’


Selain itu, KPU Kota Makassar memilih komedian Makassar itu dinilai memiliki pengikut lebih banyak dibandingkan yang lain.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Kota Makassar, Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Endang Sari, saat menggelar press conference di Hotel Four Points by Sheraton. Sabtu, (15/8/2020).

“Dengan memiliki “pengikut” yang hampir semuanya dari Makassar, untuk itu kita (KPU Makassar) sepakat untuk bekerjasama dengan Tumming-Abu,” ucap Endang.

Selain itu, melihat sumber daya KPU Kota Makassar yang juga terbatas untuk menjangkau sekian juta orang, merupakan salah satu alasan pihak penyelenggara melakukan ini (MoU). Karena, kata Endang, ini merupakan influencer terbaik untuk sosialisasikan Pilwakot Makassar mendatang.

BACA JUGA:  Parpol Koalisi Kompak dan Gerak Cepat Menangkan Danny-Fatma

Di tempat yang sama, Tumming menyampaikan rasa terima kasih terhadap kepercayaan yang telah diberikan KPU Kota Makassar.

Menurutnya, tim Tumming-Abu akan berusaha mensosialisasikan Pilwakot Makassar sesuai tageline KPU Kota Makassar “Pesta Kita Semua”.

“Terima kasih kepada KPU Makassar karena memberi kepercayaan pada kami untuk berpatisipasi dalam merangkul anak-anak millennial untuk ikut dalam pemilihan nanti,” ucap Tumming.

Sementara, Abu yang juga partner Tumming mengharapkan, dengan keterlibatan pasangan komedian ini, Pilwalkot Makassar bisa berjalan sesui dengan tagline-nya “Pesta Kita Semua”.

“Dan, setidaknya kami sendiri bisa mengetahui tentang arti pesta demokrasi itu sendiri,” tutup Abu.** (As)

‘PostBanner’

Comment