by

Hampir 10% Pemilih Dikategorikan “Tidak Memenuhi Syarat”, Ini Penjelasan KPU Kota Makassar

Keterangan: Komisioner KPU Kota Makassar, divisi perencanaan data dan informasi, Romy Harminto / foto: As

Smartcitymakassar.com, Makassar. Pencocokan dan penelitian (coklit) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akhirnya rampung tepat waktu. Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Makassar Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Romy Harminto,

Selanjutnya, menurut Romy Harminto, dari 1.048.151 yang tercoklit, ada sekitar 100 ribu lebih yang masuk kategori pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

‘FooterBanner’


“Dan ini perlu kita sampaikan juga, kenapa TMS-nya terlalu tinggi, hampir 10% lebih. Ini terjadi karena data DP4 yang kami dapat dari Disdukcapil itu masih terdapat data orang yang sudah meninggal dari tahun 2012,” jelas Romy dalam press confernce saat MoU dengan youtubers Tumming-Abu di Four Point by Sheraton. Sabtu (15/8/2020).

Sehingga, lanjut Romy, petugas Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Kota Makassar menemukan data orang meninggal saat melakukan coklit. Untuk itu, penyelenggara langsung memasukkan dalam kategori TMS.

BACA JUGA:  Baliho 'Imun' Tutupi Baliho Kandidat Lain, Jubir Nomor Urut 4: Pastinya, Baliho Kami Sesuai Aturan PKPU

“Jadi bukan faktor lain ya sehingga kami TMS-kan, memang itu (TMS) data orang-orang yang sudah lama meninggal dunia tapi namanya masih ada,” terang Romy.

Lebih lanjut, Romy juga menyampaikan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadis Dukcapil) Makassar terkait hal tersebut.

“Dan ibu Kadis bilang, kami juga tidak bisa menghapus data orang jika tidak ada pihak keluarga yang melapor ke administrasi,” ungkap Romy.

“Karena jika mereka (Dukcapil) mencoret nama orang, tapi ternyata masih hidup, akan dikenakan pidana,” tutup Romy kepada awak media.** (As)

‘PostBanner’

Comment