by

Telah Terbangun 100 dari Rencana 400 Unit, Huntara di Lutra Dihentikan, Ada Apa?

Hunian sementara korban banjir Lutra (ist)

Smartcitymakassar.com – Masamba. Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Lutra buat pengungsi korban banjir bandang sudah dihentikan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, 100 unit Huntara dari rencana 400 unit yang akan dibangun saat ini telah selesai dikerjakan.

‘FooterBanner’


“Huntara ini merupakan hasil kolaborasi dari Pemprov Sulsel, Pemkab Luwu Utara, TNI, dan Polri serta relawan lainnya,” ujar Nurdin, Sabtu (15/8/2020).

Adapun penghentian pembangunan Huntara dilakukan setelah berkoordinasi dengan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

“300 unit Huntara yang belum dibangun akan dibuat menjadi Hunian Tetap (Huntap) dengan menyiapkan lahan seluas delapan hektar,” kata Nurdin.

Diketahui sebelumnya, melalui Siaran Pers Nomor: 129/Humas PMK/VII/2020

tertanggal (31/7/2020), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pembangunan huntara yang rencana akan dibangun di lokasi pengungsian Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, sebaiknya langsung dialihkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).

Adapun untuk sementara, korban terdampak banjir bandang yang saat ini tinggal di pengungsian akibat rumah rusak atau pun tenggelam akan diberikan bantuan dana sewa rumah (Dana Tunggu Hunian – red). Rumah sewa tersebut dapat dijadikan tempat tinggal sementara sembari menunggu proses pembangunan huntap.

“Daripada membuang waktu saya kira bisa langsung dibangun huntap karena lokasi huntara juga sama dengan lokasi huntap yang akan dibangun. Tenaganya tetap tapi pekerjaannya berubah, toh lama atau cepat anggarannya sama saja,” ucap Menko PMK, saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir Bandang Kabupaten Luwu Utara di Kantor Bupati Luwu Utara, Sulsel, Jumat (31/7/2020).

BACA JUGA:  Biden akan Menerima Informasi Intelijen

Sementara itu, Pemkab Luwu Utara tengah fokus pada pencairan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Menurut Bupati Luwu Utara Indah Putri, untuk Huntara yang awalnya 400 unit dialihkan ke Hutap.

“Jadi yang sudah selesai ada 100 unit, nah selebihnya itu dialihkan langsung ke Huntap,” kata Indah.

Soal lokasi Huntap, Pemkab menyiapkan tujuh titik.

“Tiga titik lokasi di Masamba dan empat lokasi di Radda,” kata Indah.

Sebagai informasi, sebelumnya Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulsel, Muhammad Rasyid di Makassar, Jumat (14/8/2020) mengatakan, rencana menyiapkan 400 huntara, 300 di antaranya akan dialihkan penganggarannya untuk pembelian lahan tetap untuk korban.

“Kita sudah hampir rampung pembangunan 100 unit huntara. Sementara 300 unit rencananya dialihkan, 300 unit huntara itu direncanakan untuk pembelian tanah permanen, tetapi harga dan luasnya belum diketahui,” katanya.

Saat ini, kata Rasyid terus dilakukan koordinasi intens dengan Pemda Lutra untuk mengetahui pasti luas tanah dan harga tanah yang akan dibeli oleh Pemprov Sulsel, yang bisa saja tidak semua lahan harus dibeli karena adanya lahan milik pemda setempat.

“Kemarin sudah komunikasi dengan Pemerintah Daerah Luwu Utara, berapa kewajiban Pemprov Sulsel untuk pembebasan lahan, kita tetap siap untuk bantu Luwu Utara,” jelas Rasyid.

“Tetapi tergantung dari Pemda Luwu Utara, jika ini tidak dibeli atau sebagian saja dibeli karena ada lahan pemda maka lebih bagus lagi, tetapi jika diminta kepada pemprov bahwa ada sekian lahan, maka kita siapkan dan bantu juga,” jelasnya. (Ip)

‘PostBanner’

Comment