by

Keluhan Belajar Daring, Dewan Usulkan Pemkot Makassar Sediakan Fasilitas Bagi Murid Kurang Mampu

Keterangan: Ketua Komisi D, DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir / foto: Ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar memberi apresiasi terkait peningkatan mutu pendidikan di tengah pandemi covid-19 di Kota Makassar yang saat ini memaksa para siswa/siswi untuk belajar secara online atau daring.

Akan tetapi, banyak orang tua murid yang mengeluh dengan sistem pembelajaran tersebut. Pasalnya, kebanyakan dari orang tua murid di Kota Daeng ini tergolong dalam kelompok menengah hingga ke bawah atau kurang mampu.

‘FooterBanner’


Maka dari itu, Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, DPRD Kota Makassar, menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan para siswa/siswi yang kurang mampu.

“Misalnya, memberikan Hp smartphone. Kalau bisa beserta dengan kuota internetnya, dan lalu itu (smartphone) langsung didistribusikan ke anak – anak kita yang kurang beruntung,” jelas Ketua Komisi D, Abdul Wahab Tahir, saat ditemui, Kamis (13/08/2020).

Hal tersebut dilakukan, sambung Wahab, agar pendidikan anak-anak di Kota Makassar bisa berjalan dengan baik.

BACA JUGA:  Jelang Pilwali Makassar, Pengamat: Pilih Calon yang Programnya Terukur dan Bukan Hanya Bualan Semata

Bayangkan, kata Wahab, jika hari ini ada sekitar 10 ribuan anak-anak yang kurang beruntung. Lantas, tidak ada yang tidak mungkin, di antara mereka ada yang menjadi pemimpin bangsa ini.

“Negara harus hadir, untuk itu kita mengusulkan ke Pemkot Makassar harus hadir, beli Hp android kalau perlu beserta kuotanya lalu serahkan ke mereka (murid kurang mampu),” tegas Wahab.

“Tapi yang soal sulitnya orang tua murid untuk mendampingi anaknya pada saat belajar online dengan alasan pekerjaan, ya, tergantung mereka (orang tua) mana yang dia pedulikan (pekerjaan atau masa depan anaknya),” sambungnya.

Bagi Wahab, melihat kondisi Kota Anging Mammiri masih dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19, dirinya belum merekomendasikan untuk belajar tatap muka di Sekolah.

“Tapi, jika untuk yang masuk kategori zona kuning silahkan, tapi ingat standar protokol kesehatan,” pungkas Wahab. [As]

‘PostBanner’

Comment