by

Buat Para Pengungsi Banjir Lutra, Ini Kabar Gembiranya

Buat Para Pengungsi Banjir Lutra, Ini Kabar Gembiranya (ist)

Smartcitymakassar.com – Masamba. Pemerintah akan memberi bantuan tunai untuk warga yang rumahnya rusak akibat bencana banjir bandang di Luwu Utara.

Adapun besarannya menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muhtar akan dibagi dalam tiga kategori.

‘FooterBanner’


“Rumah yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan masing-masing berbeda jumlahnya.” kata Muslim Muhtar, Rabu, (12/8/2020).

Muslim menjelaskan, jika merujuk pada anggaran yang turun pada bencana di Lombok dan Palu pada 2018 lalu, rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan masing-masing Rp. 50 juta, 25 juta dan 10 juta.

“Nanti akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. Dana ini juga diluar anggaran untuk pembangunan hunian tetap (huntap) korban banjir. Jadi beda dananya,” jelasnya.

Kata Muslim, selain itu pemerintah juga akan menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp 500 ribu per rumah setiap bulannya, selama enam bulan.

Muslim mengungkapkan, pada Rabu siang ini, suratnya sudah diteken oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, untuk kemudian dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Setelah itu tim dari BNPB akan turun ke lapangan untuk menverifikasi,” pungkasnya.

Lahan Buat Bercocok Tanam

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama pemerintah desa, kecamatan dan para relawan kemanusiaan, saat ini juga melakukan pembukaan lahan seluas 20 – 50 hektar bagi para pengungsi di desa Meli kecamatan Baebunta, Rabu (12/8/2020). Lahan seluas itu akan digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman palawija dan sayuran berumur pendek.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Abdul Muchtar, mengatakan, pembukaan lahan pertanian bagi pengungsi di Meli bertujuan sebagai sumber penghasilan pengungsi, disebabkan ladang penghasilan mereka kini sudah tidak ada lagi karena disapu banjir bandang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Ciptakan Suasana yang Kondusif, Personil Polres Tana Toraja Laksanakan Patroli Bersama BKO Brimob

“Selain menghilangkan trauma, lahan yang kita buka hari ini nantinya kita harap menjadi sumber penghasilan pengungsi,” kata Muchtar, di sela-sela pembukaan lahan yang juga dihadiri Bupati Indah Putri Indriani, Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf. Gunawan, Ketua DPRD Basir, Kadis TPHP Rusydi Rasyid, Kalaksa BPBD Muslim Muhtar, dan Kepala Desa Meli.

Muchtar mengatakan, komoditi yang ditanam nantinya dikelola secara organik, yaitu sebuah teknik budidaya yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami, sehingga nantinya bisa menghasilkan sayur dan buah yang sehat.

“Jadi, selain sebagai sumber pendapatan, juga sebagai sumber gizi saat mereka kewalahan mendapatkan makanan,” jelas dia.

Terkait pembukaan lahan, DTPHP mengerahkan 4 unit traktor jenis jonder yang dikerja para operator dari Brigade Alsintan.

“Ini adalah hasil kolaborasi. Masyarakat siapkan lahannya, kami dari Dinas TPHP menyiapkan sarana dan prasarananya. Sementara nanti ada perusahaan yang menyiapkan benih, bibit dan pupuknya secara gratis,” terangnya.

Untuk sementara, pihaknya baru merencanakan tanaman palawija dan sayuran berumur pendek, seperti kangkung, tomat, cabe, kacang panjang, pare, serta sayur-sayuran lainnya yang bisa cepat dipanen.

“Dengan rencana seperti ini, kita berharap sayurannya cepat tumbuh, cepat dipanen, sehingga mereka juga bisa cepat mendapatkan hasil,” pungkasnya. (Ip)

‘PostBanner’

Comment