by

Diduga Tersangka OTT Kadis Diknas Sidrap Teken Dokumen Proyek DAK dari dalam Tahanan?

Ilustrasi korupsi

Smartcitymakassar.com – Makassar. Selasa malam (4/8/2020), kembali Syahrul Syam Kadis Diknas Sidrap tahanan Polda Sulsel, diduga menanda tangani dokumen proyek DAK tahun 2020 ini dari dalam rumah tahanan Mapolda Sulsel di Makassar.

Adapun dugaan yang membawa dokumen-dokumen DAK untuk ditanda tangani oleh Kadis Diknas yang merupakan tersangka kasus OTT Diknas Sidrap dan sudah menjadi tahanan Polda Sulsel itu, adalah Sekretaris Diknas Sidrap Dr Basara, Alihu Kabid Dikdas Diknas, Ruslan Kasi Sarana dan Prasarana Diknas Sidrap, Arman staf honorer yang tangani administrasi proyek DAK, serta dua orang konsultan DAK Diknas Sidrap.

‘FooterBanner’


Mereka yang merupakan staf Syahrul Syam itu, diduga memanfaatkan waktu kunjungan keluarga tahanan, dengan datang memakai mobil dinas Sekretaris Diknas Dr Basara bernomor polisi DP 321 C. Kemudian meninggalkan rumaha tahanan Mapolda memakai layanan kendaraan ojek Online.

Adapun Syahrul Syam tahanan Polda Sulsel ini, untuk kedua kalinya diduga telah menanda tangani dokumen proyel DAK dari dalam rumah Tahanan Mapolda Sulsel. Karena sebelumnya, Syahrul menanda tangani dokumen proyek DAK yang dibawa staf-stafnya itu, di hari Minggu lalu atau 3 hari lalu.

“Bedanya kalau hari Minggu lalu, Pak Basra dan Alihu dkk, ditemani Doni putra Bupati Sidrap dan Habibie adik kandung Syahrul Syam,” kata Ahmad salah satu tersangka kasus OTT Diknas Sidrap yang satu sel dengan Syahrul Syam di dalam Rutan Mapolda.

Kedatangan anak buah Syahrul Syam Selasa (4/8/2020) malam kemarin, dipergoki oleh istri dan kerabat Ahmad yang juga datang mengunjungi Ahmad. Kerabat Ahmad menyempatkan diri merekam kedatangan anak buah Syahrul Syam itu, karena mereka seperti tidak mengenal mengenal istri Ahmad, padahal mereka rekan Ahmad itu sering datang ke rumah Ahmad menjemput Ahmad.

BACA JUGA:  Sabu Seberat 13,4 Kg dan Ekstasi 2.994 Butir Berhasil Disita Polda Sulsel

“Pak Alihu itu, dulu sering ke rumah curhat ke Pak Ahmad. Tapi kok tadi, seakan tidak mengenal saya. Padahal dia itu kenal baik dengan saya,” cerita Ani istri Ahmad pada wartawan sahabat Ahmad yang kebutalan juga sedang membesuk Ahmad.

Ahmad yang ditanya wartawan kenapa Syahrul Syam berani menanda tangani dokumen-dokumen DAK itu dari dalam tahana, mengungkapkan karena sesuai cerita Syahrul Syam ke Ahmad, Bupati Sidrap H Dollah Mando lewat putranya Doni menjanjikan hukuman ringan ke Syahrul.

“Pak Syahrul dijanjikan, vonis yang dihatuhkan ke Pak Syahrul Syam di pengadilan, dibawa 1 (satu) tahun penjara sehingga Pak Syahrul tetap PNS tidak dipecat dari PNS,” ungkap Ahmad menunjuk bukti betapa Bupati Sidrap mendukung Syahrul karena tidak mampu melupakan bantuan Syahrul ketika di Pilkada Sidrap lalu.

Ditanya lagi wartawan soal dokumen DAK yang ditandatangani Syahrul Syam itu, Ahmad menjelaskan, kalau dokumen ketika staf Syarul ditemani Doni, adalah gambar dan perencanaan proyek DAK tahun ini.

“Kalau yang tadi, adalah dokumen pencairan atau pembayaran proyek2 dan tahun kemarin. Karena bulan ini, jadwal pembayaran proyek, dan pembayaran itu baru bisa cair kalau ada tekenan Pak Syahrul,” sambung Ahmad.

Sementara itu, pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Hasanuddin, Prof Ilmar Aminuddin mengaku heran kenapa Sekda, BKD dan Inspektorat, Kabupaten Sidrap, tidak bertindak membiarkan Bupati Sidrap melakukan kesalahan fatal.

“Apa mereka mau menjerumuskan bupatinya,” tanya Prof Ilmar. (Ip)

‘PostBanner’

Comment