by

Pengamat: IDP Bisa ‘Oppo’ di Lutra Jika Begini

Muh Saifullah (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Jelang pilkada Luwu Utara (Lutra) pada Desember 2020 nanti, saat ini istilah ‘pencitraan’ sedang menjadi perbincangan hangat di media media sosial masyarakat yang mempunyai ibukota Masamba ini.

Isu pencitraan ini muncul karena sebahagian masyarakat mengkritisi salah satu balon yang juga merupakan calon petahana yakni Indah Putri Indriani (IDP).

‘FooterBanner’


Menanggapi persoalan ini, pengamat politik dan pemerhati media dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik (PKPK), Muh Saifullah mengatakan istilah pencitraan memang sering dipakai dalam bidang politik. Menurutnya, pada dasarnya istilah pencitraan digunakan untuk menjelaskan adanya upaya yang dilakukan seseorang agar menjadi lebih baik di hadapan publik, sehingga dapat mempengaruhi opini publik.

“Upaya itu bermacam macam, apalagi sejak era media sosial, pencitraan memang cara ampuh dan murah bagi para politisi untuk mengejar elektabilitas,” kata putra keturunan Lutra ini, Sabtu (1/8/2020).

BACA JUGA:  Tanggapi Keluhan Warga Layang, Danny: Inshaa Allah Kejayaan RT/RW, Penasehat Wali Kota, Pemandi Jenazah, dan Guru Ngaji akan Kembali

“Tapi tak sedikit juga ada yang pencitraannya sangat berlebihan. Apalagi pencitraan itu ternyata tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Dan jika pencitraan ini dilakukan secara terus menerus dan masif, justru bisa membuat si-pencitra itu mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat dan tentunya blunder,” sambungnya.

Lebih lanjut menurut Saifullah, melihat apa yang dilakukan IDP sejak beberapa lama ini sebagai mencitrakan dirinya dengan tujuan utama menyasar pemilih millenia.

“Saya lihatnya apalagi dengan bahasa dan visual yang kekinian, sepertinya ingin menyasar pada pemilih millenia. Ingat, data 2019 pemilih millenia Lutra itu sekitar 40 persen dari total pemilih, itu sangat besar,” kata Saifullah.

“Jadi kalau IDP sukses menguasai millenial, besar kemungkinan bisa oppo,” pungkasnya. (Hd)

‘PostBanner’

Comment