by

Anggota Banggar Ungkap Terhambatnya Pembangunan Puskesmas Batua Raya

Puskesmas Batua Raya
Keterangan: Konstruksi Puskesmas Batua Raya / foto: Int.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar rapat Badan Anggaran (Banggar) di ruang paripurna DPRD Kota Makassar, Kamis (23/7/2020).

Dalam rapat tersebut, anggota Banggar paling menyoroti mengenai pembangunan Puskesmas Batua Raya yang awal perencanaannya hingga 11 lantai belum terlaksana gara-gara struktur tanah yang tidak mendukung.

‘FooterBanner’


Anggota Banggar dari fraksi partai Demokrat Kota Makassar, Abdi Asmara mengungkapkan, terhambatnya pembangunan di beberapa SKPD di Kota Makassar karena tidak melibatkan ahli.

Menurut Abdi yang juga ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, harusnya pekerjaan teknis yang ada di beberapa SKPD diserahkan saja ke Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kota Makassar.

“Harusnya, karena secara teknis ada di Dinas PU, untuk itu saya selaku anggota Banggar mengusulkan kepimpinan agar semua pekerjaan bersifat teknis dibeberapa SKPD diserahkan saja ke mereka (Dinas PU)”, jelas Abdi.

Seperti dalam memproses Puskesmas Batua Raya, kata Abdi, baik dalam proses lelang, administrasi teknisnya bagaimana, kualifikasi bagaimana, dan harusnya memang Dinas PU yang buat.

“Kan dari awal yang buat spesifikasinya adalah Dinken. Tapi, kalau Dinas PU yang buat, yakin dan percaya akan terselesaikan dengan baik,” beber Abdi.

Bukan hanya itu, ditempat terpisah, anggota Banggar dari fraksi PAN Kota Makassar, Hasanuddin Leo, mengungkapkan bahwa ada beberapa yang menjadi temuan dalam perencanaan pembangunan Puskesmas Batua Raya.

BACA JUGA:  Tekan Penyebaran Covid-19, Gojek Galakkan Inisiatif J3K

“Yang pertama itu, kan dalam perencanaan adalah 11 lantai, tapi dalam perjalanannya ini bangunan tidak sesuai dengan konstruksi tanah untuk sampai 11 lantai. Dan yang kedua, ada juga keterlambatan dalam hal proses tender, sehingga ini pembangunan menjadi terkendala,” kata Leo.

Selain itu, Leo juga mengungkapkan, dari awal perencanaan pembangunan Puskesmas Batua Raya memang tidak melibatkan tenaga ahli di Dinas PU. Menurut Leo, tenaga ahli dari Dinas PU baru dilibatkan ketika mereka mendapat kendala di lapangan.

Akan tetapi, dirinya tetap berharap agar perencanaan pembangunan puskesmas tersebut harus tetap dilanjutkan. Leo beralasan jika tidak dilanjutkan maka akan ada kerugian Negara.

“Harus dilanjutkan itu, walaupun tidak sampai 11 lantai, mungkin 8 lantai boleh, karena jika tidak dilanjutkan maka konstruksi bangunan akan rusak dan artinya akan ada kerugian Negara di situ,” pungkas Leo.

Sekedar diketahui, dalam perencanaan pembangunan Puskesmas Batua Raya dimulai pada tahun 2017 yang hingga saat ini belum terselesaikan.** (As)

‘PostBanner’

Comment