by

Soal Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 Melibatkan Legislator, Ini Penjelasan Polda Sulsel

PHOTO-2020-07-13-19-00-25
Keterangan: Kabag Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo / foto: As.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Kasus yang menimpa legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim, soal pengambilan jenazah Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Umum Daya  Makassar berbuntut panjang.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar itu bertindak sebagai penjamin salah satu jenazah di RS Umum Daya Kota Makassar untuk dikebumikan oleh pihak keluarga.

‘FooterBanner’


Kepala Bagian Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, menjelaskan bahwa perkara pengambilan jenazah Covid-19 yang dilakukan di RS Umum Daya Makassar bulan lalu diancam 7 tahun penjara.

BACA JUGA:  Breaking News! Buronan Djoko Tjandra Ditangkap

“Terkait itu (pengambilan jenazah) yang di RS Daya, atas nama Andi Hadi Ibrahim sudah ditetapkan tersangka, dan pasal yang diterapkan adalah pasal 241 (1), 335, 336, 55KUHP, pasal 93 UU No. 6/2018 tentang karantina kesehatan,” jelas Kombes Pol Ibrahim melalui via WhatsApp, Senin (13/7/2020).

“Dan, tersangka yang satunya, atas nama Andi Nur Rahmat, setelah gelar perkara dan sesuai pasal yang diterapkan maka ini merupakan ancaman 7 tahun penjara,” tutup Ibrahim Tompo.** (As)

‘PostBanner’

Comment