by

Soal Kasus Penistaan Agama, Ini Penjelasan dari Kapolda Sulsel

PHOTO-2020-07-10-13-14-07
Keterangan: Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntu Laupe, Kabud Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadarislam Kasim dan Ketua MUI Makassar, KH Baharuddin / foto: As

Smartcitymakassar.com, Makassar. Polres Pelabuhan Makassar menggelar jumpa pers di Aula Patria Tama Polres Pelabuhan Makassar, Jum’at (10/7/2020), terkait dugaan penistaan agama.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadarislam Kasim dan Ketua MUI Makassar, KH Baharuddin.

‘FooterBanner’


Dalam keterangan yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim menjelaskan kejadian yang dilakukan tersangka inisial.

“Saat itu, warga inisial M berkata kepada IC bahwa tolong jangan melapor ke polisi, karena saya mau berjudi (itu bahasanya), sehingga saudari IC ini merasa tersinggung dan akhirnya dia (IC) mendatangi saudara M dan beberapa orang lainnya dan di situlah saudari IC melemparkan Alquran sambil berkata, ‘saya tidak takut dosa’,” jelas Kombes Pol Ibrahim kepada para awak media.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Kombes Pol Ibrahim, Polsek Pelabuhan langsung bergerak mengamankan IC setelah mendapat laporan dari warga setempat.

Hal tersebut dibenarkan Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe. Menurutnya, kejadian yang dilakukan oleh IC memang dalam keadaan emosional.

“Sebenarnya, IC ini adalah Ince Ni’Matullah yang berdomisili di Jalan Tentara Pelajar. Memang di lingkungan Ince ini (depan rumahnya) sering warga kumpul-kumpul (sebagian warga) dan itu sering sekali dilakukan oleh mereka (sebagian warga). Dan mungkin, dari itu Ince Ni’Matullah ini merasa terusik sehingga sering marah-marah kepada warga itu tadi, dan Ince sendiri juga mengakui jika saat itu terpancing emosinya sehingga mengambil Alquran dan meleparkan ke warga tersebut,” tutur Irjen Pol Mas Guntur.

BACA JUGA:  AXIS Luncurkan Paket AXIS Boostr Edukasi dan Boostr Conference

Akan tetapi, kata Irejen Pol Mas Guntur, di sinilah kekeliaruan Ince (melempar Alquran) pada saat emosi. Sehingga, lanjut Irjen Pol Mas Guntur, menjadikan Ince Ni’ Matullah ditangkap dan diproses di Polres Pelabuhan.

Sementara, Ketua MUI Makassar, KH Baharuddin, berpesan, dengan adanya kasus tersebut dan telah ditangani oleh pihak kepolisian, agar ormas Islam di Kota Daeng untuk tenang.

“Jangan ada yang demo, saya juga sudah sampaikan ke sekretaris untuk menyampaikan kepada ketua-ketua MUI se-kecamatan Kota Makassar untuk tidak bertindak (demo), karena ini sudah ditangani pihak kepolisian,” harap KH Baharuddin.

Di tempat yang sama pula, Ince Ni’ Matullah dengan tangisan, menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian tersebut. Menurut Ince, kejadian yang dia lalukan di luar kesadaran.

“Saya minta maaf kepada umat Islam, saya akan mempertanggungjawabkan ini, saya tidak maksud menista agama saya (Islam) dengan melempar Alquran. Saat itu, saya sangat emosi (khilaf) terhadap warga tersebut, saya juga ingin bicara kotor (saat itu) tidak mempan juga kepada mereka,” ungkap Ince.

“Intinya, saat itu saya lepas kontrol, saya tidak bisa lagi menguasai emosi saya saat itu,” tutupnya.

Untuk diketahui, kejadian tersebut bermula saat Polres Pelabuhan Makassar sebelumya pernah mengamankan beberapa warga yang terlibat kasus perjudian. Untuk itu, Ince Ni’Matullah dituduh sebagai yang melapor ke pihak kepolisian (Banpol). Dengan tuduhan itu terhadap dirinya hingga ada pemaksaan untuk bersumpah membuat emosi Ince Ni’Matullah naik pitam yang tidak terkendali sehingga terjadilah pelemparan Alquran.** (As)

‘PostBanner’

Comment