by

Ada Apa? Dua Nasabah BPR Sulawesi Mandiri Dilapor Balik Setelah Sebelumnya Melapor

PHOTO-2020-07-09-18-03-18
Keterangan: Tim Kuasa Hukum BPR Sulawesi Mandiri yang diketuai Akhamd Rianto (tengah) / foto: As.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri lakukan konferensi pers terkait pemberitaan raibnya dana salah satu nasabahnya, yang digelar di Teras Wirano, Kamis (9/7/2020).

Sebelumnya, Rike Handrivany dan Noor Iksan Syuhada menyatakan kepada awak media jika deposit sekitar 1.4 miliar yang mereka simpan di BPR Sulawesi Mandiri. Hal itu dibantah oleh kuasa hukum BPR Sulawesi Mandiri, Akhmad Rianto. Menurut Akhmad, informasi yang disebarkan Rike dan Noor Iksan menyesatkan ke publik.

‘FooterBanner’


“Itu informasi menyesatkan, karena itu tidak berdasar, dan ini bisa mengarah ke perbuatan tindak pidana,” jelas Akhmad.

Lebih lanjut, Akhmad membenarkan jika saat itu Noor Iksan adalah kepala Cabang Maybank Syariah Makassar merupakan nasabah dari BPR Sulawesi Mandiri, terhitung dari penyetoran awal pada tanggal 3 Juli 2015 dengan menyetor Rp. 500.000.000, dan Rp. 150.000.000. Dimana, setiap deposan hanya memiliki 1 rekening deposito/CIF.

“Begitupun dengan Rike yang juga istri Noor Iksan juga nasabah BPR Sulawesi, dengan menempatkan depositonya sebesar Rp. 500.000.000 pada tanggal 28 Maret 2016,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata Akhmad, semua deposito yang atas nama Noor Iksan telah beberapa kali melakukan pencairan. Sebanyak 13 kali transaksi itu terjadi pada bulan Agustus, September, Oktober dan November.

BACA JUGA:  FAnS Siap Menangkan "Dilan" di Pilwalkot Makassar 2020

“Sementara, untuk deposito atas nama Rike itu juga telah dicairakan pada tanggal 1 September 2016. Sehingga kedua deposito tersebut telah dicairkan melalui karyawan Noor Iksan atas nama Gery dan Mahmud atas perintah Noor Iksan sendiri”, kata Akhmad.

Dari permasalahan ini, Akhmad mengungkap jika Reka dan Noor Iksan telah melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak Kepolisian dan saat ini dalam tahap persidangan di pengadilan negeri.

“Dimana, dijadikan barang bukti laporan polisi semuanya palsu (bilyet palsu, surat pernyataan palsu),” bebernya.

Dengan adanya pernyataan Rike dan Noor Iksan yang tersebar ke media dan menampilkan barang bukti palsu, BPR Sulawesi Mandiri melalui kuasa hukum melapor ke Polda Sulsel dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: LBP/186/VI/2020/SPKT tanggal 23 Juni 2020.

“Karena ini telah merusak nama baik klien kami dengan menuduh serta menampilkan bukti-bukti palsu,” pungkasnya.** (As)

‘PostBanner’

Comment