by

Soal PPDB, Inspektorat Makassar Sebut Server yang Bermasalah, Kominfo: Saya Jamin Server Aman

PHOTO-2020-07-08-13-49-26
Keterangan: ilustrasi PPDB

Smartcitymakassar.com, Makassar. Mewakili Penjabat Wali Kota Makassar, Kepala Inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim, akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dalam masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Makassar. Pasalnya, masih banyaknya kendala orang tua calon siswa untuk mengakses server untuk melakukan pendaftaran.

“Jadi kita akan panggil semua SKPD yang terkait, termasuk juga BPKD, UNP, Diknas dan Kominfo, karena semua ini terkait dalam PPDB. Dalam satu dua hari ini, kami akan klarifikasi,” jelas Zainal kepada awak media saat dikonfirmasi via telpon, Rabu (8/7/2020).

‘FooterBanner’


Bukan hanya itu, Zaenal juga mengakui jika kendala yang dialami saat ini di PPDB memang bermasalah di server yang dikendalikan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Makassar.

“Jadi bukan Dinas Pendidikan, tapi Kominfo yang kendalikan ini server. Nah, ini yang sementara kita diperiksa permasalahannya, dan kenapa Kominfo tidak menambah between server sehingga terjadi down ini,” ungkap Zaenal.

Untuk itu, tambah Zaenal, hari ini dirinya berencana akan memanggil Kominfo untuk menjelaskan permasalahan apa yang dihadapi Kominfo sehingga server bisa down.

“Karena kasian masyarakat yang ingin mengaksesnya, di sini kita tidak mau mencari siapa salah. Cuma, kita mau cari cara biar permasalahan masyarakat bisa selesai dengan cepat,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Nikmati Promo Meriah Merdeka dari Pesonna Makassar

Akan tetapi, Kepala Kominfo Makassar, Ismail Hajiali menegaskan, kesalahan dalam mengakses PPDB bukan kesalahan server. Menurutnya, itu kesalahan dalam aplikasi.

“Saya jamin soal server tidak ada masalah, kalau soal aplikasinya bukan tugasnya Kominfo tapi tugasnya tim IT Dinas Pendidikan bersama Kementerian,” tegas Ismail melalui via telpon kepada awak media.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan jika saat ini Kominfo baru menggunakan 10 hingga 20% yang terpakai. “Sampai hari ini baru 20% server kita yang terpakai, itu sesuai laporan tim IT kami, dan itu kita siapkan banyak. Jadi soal server, tidak usaha dikhawatirkan, aman,” tutupnya.** (As)

‘PostBanner’

Comment