by

RS Rujukan Covid-19 Saat Ini “Full”, Ini Cara Naisyah Mengatasi

PHOTO-2020-07-07-14-17-04 2
Keterangan: Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin / foto: As.

Smartcitumakassar.com, Makassar. Kapasitas tempat pasien di Rumah Sakit (RS) rujukan penangan Covid-19 sulit terjangkau. Pasalnya, melonjaknya kasus covid-19 membuat RS rujukan pemerintah menjadi penuh.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan bahwa dalam akumulasi kasus virus tersebut mencapai angka 3.577 orang dengan tingkat kesembuhan 995 orang, dan yang meninggal ada 155 orang. Sementara yang dirawat masih ada sebanyak 677 pasien dan saat ini ada 1.733 jiwa yang menjalani isolasi mandiri.

‘FooterBanner’


Dari data tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, mengakui bahwa kapasitas RS saat ini memang penuh untuk menampung pasien Covid-19 yang bergejala.

“Kapasitasnya ya penuh,” singkat Naisyah saat diwawancarai di Balai Kota Makassar. Senin (6/7/2020).

Bukan hanya itu, Naisyah menyampaikan bahwa penyediaan RS Rujukan lainnya seperti menunjuk RS Tipe C jadi rujukan pasien covid-19.

“RS Tipe C, kan sudah ditetapkan, itu saja dulu RS yang ada dengan harapan kan semuanya tanpa gejala bisa isolasi mandiri,” terang Naisyah.

BACA JUGA:  Pj Wali Kota Makassar Minta Penyelenggara Pemilu Siapkan Matang Pilkada Makassar 2020

Sementara, lanjut Naisyah, langkah yang dilakukan pihaknya hanya mengontrol pasien yang dinyatakan sembuh. Langkah tersebut menjadi alternatif supaya warga yang harus dirujuk di RS dapat tertampung dengan keluarnya pasien yang telah dinyatakan sembuh.

“Kan setiap hari ada yang sembuh, supaya bisa masuk kalau yang membutuhkan. Kan tidak semua yang positif juga harus diisolasi. Nah, harapan kita walaupun penuh kan kalau ada yang sembuh, pulang, kan bisa diisi lagi,” jelasnya.

Akan tetapi, Naisyah kembali menegaskan, prosedur untuk menyatakan pasien covid-19 harus dilakukan dengan prosedur ketat. Milasalnya, kata Naisyah, harus menjalani tes swab sebanyak dua kali untuk dinyatakan sembuh.

“Nah, itulah yang kita harapkan ada yang sembuh, tiap hari kan periksa swab. Kalau swab negatif dua kali kan pulang mi, supaya bisa ada yang masuk lagi,” tutup Naisyah.** (As)

‘PostBanner’

Comment