by

Ratusan Tenaga Kesehatan yang Dirumahkan Geruduk Kediaman JK dan Kantor Gubernur Sulsel

Serikat Aliansi Karyawan RSI Faisal saat gelar unjuk rasa didepan kantor Gubernur Sulsel.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Disaat pemerintah gencar melakukan percepatan penanganan penyebaran virus corona atau covid-19, ternyata ada ratusan tenaga kesehatan (medis) di Makassar dirumahkan.

157 karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal Makassar yang dirumahkan dan di antara mereka merupakan tenaga kesehatan penanganan covid-19.

‘FooterBanner’


Namun, merasa kebijakan pihak rumah sakit tidak adil, ratusan tenaga medis tersebut lalu melakukan aksi unjuk rasadi beberapa titik yang salah satunya kediaman Jusuf Kalla (JK). Kamis (02/07/2020)

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Ketua Serikat Pekerja RSI Faisal, Irham Tompo menjelaskan, aliansi tersebut sengaja menggelar unjuk rasa di depan kediaman JK. Sebab, lanjut dia, mantan wakil presiden ini merupakan Dewan Pembina di rumah sakit terkait.

Lebih lanjut, ia juga menyebut, aksi unjuk rasa juga digelar di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar. Hanya saja, keinginannya untuk bertemu dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah tidak terpenuhi.

“Kami hanya meminta keadilan saja. Ke mana harus kami meminta kalau bukan ke Pemerintah Provinsi Sulsel. Selaku pihak yang menangani persoalan ketenagakerjaan dan masalah tenaga medis covid-19”, terang Irham Tompo.

Kendati demikian, Irham menerangkan jika saat orasi, Dewan Pengawas (Dewas) Disnaker Sulsel yang menerima. Dan menurutnya, pihaknya berjanji akan selesaikan secepatnya.

“Tadi yang terima (aspirasi) bagin dewan pengawas Disnaker Provinsi Sulsel. Katanya, dia mau selesaikan secepatnya. Tadi, dia terima kami di depan kantor Gubernurx, atas nama Ibu Andi Yulia”, ungkap Irham Tompo.

“Sikap dewan pengawas akan menindak lanjuti kasus perselisihan antara karyawan dan manajemen. Katanya dia akan sampaikan ke kepala dinas dan tindaki secepat mungkin”, tambahnya.

BACA JUGA:  Pesan Menu Favorit Kamu di Foodiskon GoFood

Irham Tompo juga membeberkan permasalahan yang di hadapi ratusan tenaga medis itu. Menuntut, agar upah 157 karyawan yang dirumahkan selama 10 hari sejak tanggal 6 Juni 2020, harus dibayarkan segera.

Menurutnya, ada hak-hak karyawan yang dikebiri. Upah mereka dipotong sebanyak 50 persen, juga tanpa kompromi.

‘’Karyawan juga dirumahkan tanpa melakukan musyawarah dengan pihak serikat. Begitu juga karyawan yang hamil. Mereka dirumahkan tanpa hak cuti”, ungkapnya lagi.

‘’Manajemen mengeluarkan SK merumahkan karyawan dengan alasan yang tidak jelas dan mengambang. Katanya akan dipanggil kembali bekerja tapi waktunya tidak ditentukan”, bebernya.

Irham Tompo bahkan menyebut, selama dua tahun teralhir ini, jasa pelayanan tidak pernah dibayar. Bahkan gaji karyawan dan tenaga medis tidak sesuai upah minimum provinsi (UMP).

Selain itu, Irham mengungkapkan, permasalahan lainnya terkait dana pinjaman Rp 50 miliar. Dana tersebut diketahui merupakan dana untuk pembangunan gedung rumah sakit.

“Kami juga meminta kepada Dewan Pengawas untuk mengaudit dana pinjaman dari bank sebesar Rp 50 miliar, dan meminta manajemen diganti”, ungkapnya.

Masih soal dana bantuan itu. Ternyata, untuk membayar utang rumah sakit ke bank, harus mengorbankan hak-hak karyawan dengan melalui dana klaim BPJS Ketenagakerjaan karyawan.

Bukan hanya itu, Irham Tompo menegaskan bahwa selama ini, karyawan di RSI Faisal tidak punya jaminan ketenaga kerjaan, serta pengangkatan karyawan pun tidak sesuai aturan.(*As)

‘PostBanner’

Comment