by

Listrik Gratis Hingga September, Bagi yang Berhak Tapi Belum Dapat Ini Caranya

Listrik gratis (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan diskon tagihan listrik selama 6 bulan (April-September 2020) masyarakat miskin dan rentan miskin, yaitu rumah tangga dengan Golongan Tarif R.1/450 VA dan R.1/900 VA tidak mampu. Melalui kebijakan tersebut, rumah tangga golongan tarif R.1/450 VA mendapat diskon 100% dan rumah tangga rentan miskin golongan tarif R.1/900 VA tidak mampu, mendapat diskon 50%.

“Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat luas di masyarakat, terutama pada sisi perekonomian. Sesuai dengan arahan Presiden RI, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan kebijakan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan miskin akibat Pandemi Covid-19,” ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam Konferensi Pers Update Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 terkait Jaminan Sosial Lewat Subsidi Biaya Listrik Rumah Tangga, di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

‘FooterBanner’


Pada kesempatan ini, Rida juga menjelaskan bahwa pemakaian listrik Rumah Tangga miskin (Golongan Tarif R1/450 VA) rata-rata 85,36 kWh/bulan, dengan harga jual PLN sebesar Rp415/kWh. Rumah Tangga miskin ini mendapat subsidi sebesar Rp1.052/kWh atau menerima subsidi Rp89.799/bulan.

“Kementerian ESDM sudah menginstruksikan kepada PT PLN terkait mekanisme pelaksanaan pemberian diskon tarif. Untuk pelanggan rumah tangga R.1/ 450 VA regular/pascabayar akan digratiskan biaya pemakaian dan biaya bebannya. Sedangkan pelanggan rumah tangga R.1/450 VA tidak mampu prabayar diberikan token listrik gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian 3 bulan terakhir,” lanjut Rida.

Pelanggan rumah tangga R.1/900 VA tidak mampu regular/pascabayar hanya perlu membayar 50% biaya pemakaian dan biaya beban. Sedangkan pelanggan rumah tangga R.1/900 VA tidak mampu prabayar diberikan token listrik gratis sebesar 50% x pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian 3 bulan terakhir.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penerima subsidi listrik sekitar 40% berpenghasilan terendah dari populasi rakyat Indonesia. Saat ini jumlah pelanggan R.1/450 VA sekitar 23,9 juta pelanggan dan golongan R.1/900 VA tidak mampu sekitar 7,3 juta pelanggan.

Selain itu, imbuh Rida, untuk melindungi Golongan Tarif listrik pelanggan Bisnis Kecil B.1/450 VA yang berjumlah sekitar 455.070 pelanggan dan sebagian diantaranya bergerak dibidang pertanian dan perikanan, serta Industri Kecil I.1/450 VA dengan jumlah sekitar 373 pelanggan, Pemerintah juga memberikan diskon tagihan listrik 100% selama 6 bulan (Mei-Oktober 2020).

BACA JUGA:  Antara Anggaran Pusat dan Daerah untuk Percepatan Penanganan Banjir Bandang Luwu Utara

“Pemerintah juga memastikan tidak adanya kenaikan tarif listrik selama pandemi Covid-19, bahkan tarif tenaga listrik tidak pernah mengalami perubahan dari tahun 2017,” pungkas Rida.

Bagaimana Masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi listrik tapi belum menerimanya?

Masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi listrik tapi belum menerimanya dapat menyampaikan pengaduan kepesertaan subsidi listrik ke desa/kelurahan. Masyarakat mengisi Formulir Pengaduan Kepesertaan Subsidi Listrik untuk Rumah Tangga yang tersedia di desa/kelurahan setempat. Selanjutnya, pengaduan akan diteruskan petugas melalui kecamatan setempat ke Tim Posko Penanganan Pengaduan Pusat lewat web subsidi.djk.esdm.go.id.

Prosedur pengaduan kini juga lebih mudah dengan hadirnya aplikasi mobile PEDULI. Aplikasi ini dapat diakses melalui smartphone berbasis Android dan sudah dapat diunduh melalui Playstore sejak Januari 2020.

“Dengan adanya aplikasi mobile PEDULI, masyarakat juga dapat melakukan pengaduan mandiri melalui smartphone. Selain meringkas tahapan pengaduan, waktu yang digunakan juga lebih efisien,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi, Jumat (26/6/2020),

di Jakarta.

Ada empat fitur dalam aplikasi PEDULI. Fitur Cek Nomor Induk Kependudukan (NIK) Basis Data Terpadu (BDT) memudahkan masyarakat untuk mengecek NIK apakah masuk daftar rumah tangga kurang mampu sesuai BDT atau tidak. Selanjutnya, ada fitur Cek Subsidi Listrik untuk pengecekan identitas pelanggan (IDPEL PLN) yang menerima subsidi listrik. Ada pula fitur Pengaduan Subsidi untuk melakukan pengaduan dan melihat riwayat pengaduan. Terakhir, fitur Informasi Pengaduan digunakan untuk mengecek hasil pengaduan.

Untuk melakukan pengaduan kepesertaan subsidi listrik melalui PEDULI, masyarakat perlu mengisi profil pada aplikasi tersebut. Kemudian, isi formulir dengan lengkap yang melingkupi identitas pelapor, kepemilikan listrik, pemanfaatan listrik, daftar anggota rumah tangga, dan kepemilikan kartu sosial.

Kehadiran aplikasi PEDULI mendapat apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Aplikasi yang dirintis sejak tahun 2017 tersebut mampu menembus Top 99 Inovasi Pelayanan Publik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020. (Ip)

‘PostBanner’

Comment