by

Ketua Komisi V DPR RI Soroti Tingginya Biaya Rapid Tes

Ilustrasi rapid test

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti tingginya biaya rapid test dan swab test Covid-19 dibandingkan tarif tiket moda transportasi, baik transportasi darat, maupun transportasi laut dan transportasi udara. Ia mengungkapkan, hal itu telah memicu keluhan masyarakat di berbagai daerah.

Lasarus pun menegaskan tingginya tarif rapid test dan swab test tersebut harus menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan. Meskipun, persoalan tingginya biaya rapid test dan swab test bukan menjadi tanggung jawab tunggal dari Kementerian Perhubungan, namun tetap harus ada koordinasi yang lebih ditingkatkan antara Kemenhub dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

‘FooterBanner’


“Jadi, biaya rapid test itu lebih mahal dibandingkan biaya tiket itu sendiri. Ini perlu dipikirkan juga oleh kita pengaturan ini, Pak. Ini kan ekonominya sedang terbilang susah. Rakyat tambah menderita, Pak. Jadi, terlebih untuk Dirjen Laut dan Udara semoga ini bisa menjadi perhatian serius dari kita. Ini kalau saya lihat, persoalan koordinasi dengan Gugus Tugas yang mungkin perlu diperbaiki,” ujar Lasarus, saat memimpin Raker/RDP Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan, Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kakorlantas Polri yang digelar secara virtual dan fisik di Ruang Rapat Komisi V, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

BACA JUGA:  Siapkan Anwar Faruq Sebagai Wakil, Politisi PKS: Deng Ical Segera Tentukan Sikap

Lasarus mengingatkan jangan ada kebijakan ‘ambivalen’ yang diambil.

“Formulasi ini saya pikir yang harus kita pikirkan bersama. Meskipun, ini bukanlah tugas spesifik Kemenhub, PUPR atau Kakorlantas, namun saya rasa masing-masing harus turut ambil bagian. Saya dapat keluhan dari NTT, ada anak dan orang tuanya membayar rapid test sampai Rp 1 juta lebih. Padahal, tiket yang mereka bayar hanya Rp 300 ribu. Jadi, menurut saya hal-hal ini harus segera diperbaiki dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Ip)

‘PostBanner’

Comment