by

Dewan Terlibat Pengambilan Jenazah Covid-19, KOPEL: Ini Bisa Mengurangi Kepercayaan Publik Pada Tenaga Medis dan Pemerintah

Komite Pemantau Legislatif (Kopel).(int)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Menanggapi adanya keterlibatan Anggota DPRD Kota Makassar dalam pengambilan jenazah Covid-19. Ketua Komite Pemantau Legislatif, Anwar Razak angkat bicara.

Menurut Anwar, sikap yang dilakulan legislator fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Andi Hadi Ibrahim Baso merukapan sikap tidak membangun kepercayaan masyarakat Kota Makassar.

‘FooterBanner’


“Seharusnya dewan ikut ambil serta membangun kepercayaan pada publik, apalagi saat ini kita lihat Gubernur dan Wali Kota saling bertentangan dan tidak meyakinkan publik, itulah banyak kasus pengambilan jenazah paksa, untuk itu dewan harus hadir untuk mengoreksi”, jelas Anwar. Rabu (1/7/2020).

Bakan, lanjut Anwar, dengan adanya tindakan nekat Hadi Ibrahim dinilai berkontribusi membangun ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah dan tenaga kesehatan.

BACA JUGA:  Akses Tempat Wisata Akan Dibuka Dispar Makassar Jika Penuhi Syarat Ini

Disinggung soal sanksi, Anwar mengatakan, potensi jeratan hukum yang dijatuhkan ke Hadi Ibrahim Baso tetap akan dikembalikan kepada pihak yang berwenang.

“Itu hak kesehatan karantina, tapi sekarang pemerintah juga tidak menggunakan UU Kesehatan sebagai acuan untuk menyelenggarakan PSBB, ataukah protokol kesehatan. Akhirnya tidak ada dasar hukumnya kemudian membawa kejalur hukum”, pungkasnya.

Sekedar diketahui, pasca adanya pengambilan jenazah Covid-19, Direktur Utama Rs Daya, Dokter Ardin Sani di berhentikan sementara oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudi Djamaluddin.(*As)

‘PostBanner’

Comment