by

Ikuti Reses Hasanuddin Leo, ARB: Setidaknya Saya Memberikan Masukan Kepada Warga Cara Meningkatkan Pendapatan

Reses Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, yang dihadiri beberapa Kadis Kota Makassar, termasuk Kadis Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando (ARB).(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando (ARB) ikut mengadiri Masa Reses anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo.

Kurang lebih 6 titik yang diikuti, ARB menjelaskan bahwa ada 4 hal yang ia sampaikan kepada warga yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) kemenangan legislator fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

‘FooterBanner’


“Setidaknya ada 6 titik saya ikuti Reses beliau (Hasanuddin Leo), dan sesuai porsi saya, saya sampaikan kepada masyarakat yang salah satunya cara mengembangkan ekonomi kerakyatan, yaitu budidaya ikan dan tanaman”, jelas ARB saat diwawancarai smartcitymakassar.com. Sabtu (20/6/2020), malam tadi.

Sebenanrnya, lanjut ARB, banyak lahan – lahan yang dimiliki oleh masyarakat kemudian tidak maksimal dimanfaatkan. Padahal, menurutnya ini (lahan) bisa di tempati untuk membudidayakan ikan.

“Misalnya ikan Lele, ikan Hias. Dan di Makassar ini, ada 3 wilayah yang saya untuk rekomendasi karena alamnya cocok, dan itu sudah kita buktikan dibeberapa titik di Makassar, misalnya di Jenneberang itu kita sudah bikin ratusan Karamba disitu dan hasilnya ratusan juga”, lanjut ARB.

BACA JUGA:  None Terpilih Pimpin Makassar: Rumah Ibadah Dapat Air Bersih Secara Gratis

Olehnya itu, kata ARB, harus ada langkah yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya, walaupun sudah memiliki pekerjaan tetap.

“ini bisa menambah pemasukan buat keluarga mereka, begitupula disisi pertanian, banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, misalnya mungkin menanam cabei”, tambah ARB.

Akan tetapi, ARB menegaskan bahwa masyarakat harus ikut dalam pendampingan untuk peningkatan ekonomi rakyat.

Lebih lanjut, sebagai mantan PLT Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, ARB mengatakan jika Kota Anging Mammiri ini kekurangan sekolah negeri, itu mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK.

“Padahal sangat sederhana bikinnya, memang ribet orang berpikirnya, dari tanahnya dan anggarannya, tapi saya sederhana, saya hanya melihat SD yang ada sampai 4 dalam satu kompleks tapi siswanya sedikit, nah ini kita gabung saja dan gedungnya dijadikan SMP ataukah SMK”, terangnya.

“Dan ingat, ini juga merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan anak-anak Makassar yang terancam putus sekolah dengan menghadirkan sekolah negeri”, pungkas ARB.(As)

‘PostBanner’

Comment