by

Banyaknya Keluhan Warga Mangasa, Nurul Hidayat: Dari Soal Iuran Listrik Hingga Soal Pembuatan KTP

Anggota DPRD Kota Makassar, Ir. Hj. Nurul Hidayat, saat gelar masa reses di Kelurahan Mangasa.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Nurul Hidayat melaksanakan masa Reses/Temu Konstituen di Kelurahan Mangasa, RW 5, RT 2 yang dihadiri oleh Camat Tamalate, Lurah dan Ketua RW dan RT. Kamis (18/6/2020).

Dalam masa persidangan 3 tahun di Kelurahan Mangasa, Nurul mengakui jika banyak keluhan warga di Kelurahan tersebut. Menurutnya, semua anspirasi tersebut akan ditampung dan diteruskan ke parlemen.

‘FooterBanner’


“Termasuk soal Kiss dan BPJS yang diresahkan warga disana, termasuk iuran listrik, adajuga masalah drainase yang belum pernah ada di RW 5, sehingga jika hujan selalu banjir”, ungkap Nurul..

Bukan hanya itu, lanjut Nurul, Lurah dan Camat juga menjelaskan bahwa Kelurahan Mangasa di tahun 2020 memiliki anggaran untuk perbaikan drainase. Akan tetapi, berhubung karena adanya recofusing anggaran maka proyek perbaikan ini tdk jalan karena minimnya anggaran sudah di serap ke Covid-19.

“Terus, ada juga keluhan soal pembuatan KK dan KTP yang masih sering dipimpong-pkmpong, mereka (warga) merasa tidak dilayani dengan baik di Capil”, beber Nurul.

BACA JUGA:  DPS se Kota Makassar Ditetapkan, KPU Makassar Harap Sinergitas dengan Bawaslu Tetap Terjaga

“Nah, kembali lagi kepersoalan sembako, di Rw 5 dan Rt 2 tidak tersentuh bantuan tersebut, padahal ada 5 kali diminta KK. Kel.Mangasa yang penduduknya 4000 KK, yang dapat bantuan sebanyak 400 KK, padahal mereka semuakan terdampak kasus ini”, tambahnya.

Bukan hanya itu, Nurul menerangkang, para pelaku UKM di Kelurahan Mangasa juga menjadi lumpuh akibat Covid-19, mereka saat ini butuh modal usaha untuk menghidupkan kembali usaha mereka.

Sambil mendengar keluhan warga, dalam reses ini, legislator fraksi partai Golkar Kota Makassar ini juga terus menghimbau para warga untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah untuk melawan virus mematikan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Karena, kalau bukan kita sendiri yg sadar dan disiplin dalam menjaga kesehatan, jangan harap virus ini akan segera berakhir. Kita akan tergolong terus “Zona merah” dan akan sulit menerapkan New Normal”, tutup Nurul.(As)

‘PostBanner’

Comment