by

Panduan Media CDC Tolak Permohonan Wawancara VOA

Koresponden VOA Greta Van Susteren mewawancarai Presiden Donald Trump di Singapura, 12 Agustus 2018.

Smartcitymakassar.com – Institut Amandemen Pertama Knight, dalam sebuah dokumen menunjukkan,

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS melalui email yang dirilis berdasarkan UU Kebebasan Informasi (Freedom of Information Act/FOIA)memberitahu para anggota staf komunikasi untuk mengabaikan permohonan wawancara dari Voice of America (VOA).

‘FooterBanner’


Dokumen-dokumen yang dirilis di bawah FOIA termasuk email bertanggal 30 April yang dikirim oleh Michawn Rich dengan subyek “Rundown.” Email itu menjelaskan proses permintaan media CDC untuk membantu seorang kolega bernama Rachael untuk “menjalani peran barunya.”

Politico dalam laporannya mengatakan Rich, seorang juru bicara Departemen Pertanian, dipindah ke CDC untuk membantu menangani komunikasi terkait pandemi awal tahun ini.

Pada bagian mengenai persetujuan permohonan media sebelum dikirim ke Departemen Kesehatan atau Kantor Wakil Presiden, email itu mengatakan: CATATAN: sebagai peraturan, jangan tindak lanjuti permintaan Greta Van Susteren atau siapapun yang terafiliasi dengan Voice of America.”

BACA JUGA:  Tekan Penyebaran Covid-19, Gojek Galakkan Inisiatif J3K

Email itu kemudian memberi tautan ke sebuah tulisan yang diterbitkan dalam buletin harian Gedung Putih yang menuduh lembaga penyiaran yang dibiayai AS itu melakukan propaganda asing.

Nama-nama orang lain yang disebut dalam dokumen itu termasuk penjabat direktur CDC urusan publik dan para pejabat urusan publik CDC.

Ketika itu, CDC mengaku telah menerima permohonan VOA dan mengatakan seorang juru bicara akan menindaklanjutinya. Namun hingga berita diturunkan, VOA belum menerima respon.

Direktur VOA Amanda Bennett mengatakan pihaknya terkejut dan terusik dengan dokumen-dokumen internal CDC itu.

“VOA, organisasi berita independen yang dibiayai federal, menolak keras tuduhan itu dan menyerukan kepada CDC untuk segera mencabut instruksi itu,” kata Bennett dalam pernyataan Minggu (14/6). (Aan/Voa)

‘PostBanner’

Comment