by

Masuk Daerah Rawan Pilkada, Bawaslu: Salah Satu Pemicunya ASN Tidak Netral

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar.

Smartcitymakassar.com – Makassar. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar mengaku akan melakukan antisipasi dan kegiatan pencegahan dikarenakan kerawanan politik saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tahun 2020.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari. Menurutnya, berdasarkan Indeks Kerawanan Politik (IKP) yang dikeluarkan oleh Bawaslu, Kota Makassar menduduki peringkat tiga setelah Kabupaten Manokwari dan Mamuju.

‘FooterBanner’


Olehnya itu, jelang menuju tahapan Pilkada Kota Makassar, pihaknya telah menyiapkan kegiatan antisipasi dan pencegahan.

“Setelah rapat koordinasi (Rakor) 2 kali dengan Kemendagri, pemkot Bawaslu dan KPU terakhir kmarin, kita lagi restrukturisasi anggaran yang sudah ada disesuaikan dengan kebutuhan antisipasi pandemi covid”, jelas Nursari beberapa waktu lalu.

Sementara teknisnya, lanjut Nursari, setelah penetapan hasil Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) secepatnya akan kembali mengaktifkan pengawas adhoc.

“Sembari menunggu PKPU tahapan, nanti setelah itu kita siapkan pengaktifan kembali jajaran pengawas adhoc kita (panwascam dan pengawas kelurahan)”, ungkap Nursari.

BACA JUGA:  Harumkan Nama Kampus, Mahasiswa ITB Kalla Juara 2 Pemilihan Putera Puteri Kampus Indonesia

Melihat maraknya pelanggaran yang terjadi di Kota Makassar yang salah satunya dipicu atas ketidaknetralan ASN. Dengan alasan itu Nursari menegaskan segala upaya pencegahan tersebut telah dilakukan.

“Kalau soal ASN, se ingat saya, akhir bulan Mei kemarin kita sudah menyurati Pemkot, untuk ambil andil dalam menjamin nertalitas ASN di lingkup kota Makassar”, tegasnya.

Dirinya pun berharap, bagi para kandidat yang akan ambil bagian pada kontestasi Pilkada Desember nanti, harus sesuai demokrasi berdasarkan harapan kita semua.

“Semoga kita bisa melewati masa pandemi dan proses demokrasi tetap berjalan sesuai dengan harapan kita semua”, tutup Nursari.(*As)

‘PostBanner’

Comment