by

Antara Audit Fisik, Mutual Check Nol dan Penantian Panjang Salat di Masjid 99 Kubah

Masjid 99 Kubah (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco menerima Tim Kaukus Masjid 99 Kubah, Dr Firdaus Muhammad dan Dr Sudirman Numba dikediaman beliau Jl kelapa III, Selasa 2 Juni 2020 lalu. Diketahui Tim Kaukus beranggota 7 orang diantaranya Hasrullah, Muh Lulu, Sakka Pati, Firdaus muhammad, Sudirman Numba, Arqam Azikin, dan Ian Latanro.

Dalam Silaturahmi itu, mereka membicarakan terkait kelanjutan pembangunan Masjid Kubah 99 yang berlokasi di kawasan CPI Kota Makassar.

‘FooterBanner’


Rais Syuriah NU itu memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel untuk penyelesaian pembangunan Masjid tersebut. Apalagi sudah ada dukungan moral dari masyarakat melalui tim yang mengumpulkan dana. Tentu ini menjadi wujud keinginan segera dimanfaatkan.

“Tekad yang kuat dari Pak KH Sanusi selaku tokoh panutan dan fatwanya sangat menyejukkan dan meminta menjalankan terus amanah ummat, sehingga Masjid yang kita bangga dapat digunakan untuk salat 5 waktu dan siar Islam,” kata Hasrullah selaku Tim Kaukus Masjid Kubah 99 dalam rilisnya, Rabu (10/6/2020).

Pada pertemuan itu, KH Sanusi Baco menyampaikan pesan bahwa pembangun Masjid, apa lagi mengurusnya adalah pekerjaan paling mulia. Seperti dalam Sabda Nabi, siapa yang bangun rumah Allah akan dibangunkan istana di surga.

Diketahui, belum selesainya Masjid 99 Kubah akhirnya melahirkan Gerakan Rp 100 ribu untuk pembangunan Masjid yang berada di Center Point of Indonesia (CPI) Anjungan Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu penggagas gerakan itu, Firdaus Muhammad mengatakan, gerakan ini semata-mata membantu proses penyelesaian pembangunan Masjid 99 Kubah.

“Tidak lain supaya segera difungsikan untuk jamaah,” katanya, Senin (25/5/2020).

Menurut Firdaus, sejak gerakan pertama kali dibuka (22/5/2020), hingga Minggu (24/5/2020) donasi yang telah terkumpul sudah menyentuh ratusan juta.

Tanggapan Gubernur Sulsel

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memastikan akan tetap melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah yang ada di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar. Namun Nurdin mengaku sebelum melanjutkan, pihaknya ingin memastikan lebih dulu tahapan awal yang harus dilakukan, seperti audit fisik. Selain itu melalukan proses mutual check nol (MC 0) harus dilakukan. Dalam artian, suatu proses pelaporan jenis item uraian pekerjaan atas proyek yang dilengkapi dengan berita acara pemeriksaan lapangan.

“Mohon dipahami, kalau Anda sebagai pemimpin, tidak mungkin langsung melanjutkan, kita MC-0 dulu, kita audit fisik. Supaya kita tidak tersangkut (hukum),” ungkap Nurdin Abdullah.

BACA JUGA:  Di Manggala, Ketua TP PKK Kota Makassar Bagikan Tips Menikmati Pekerjaan

Menurut Nurdin, proses audit fisik telah selesai. Hanya saja proses pemeriksaan kontruksi atas bangunan Masjid itu masih harus dilanjutkan. Prosesnya harus lebih detail, melalui langkah MC-0.

Menurut Nurdin Abdullah, jika proses ini rampung, barulah Pemprov Sulsel akan segera menyiapkan anggaran. Estimasinya, tergantung dari kebutuhan hasil kajian audit fisik hingga proses MC-0.

Sebagai informasi, pada tahun lalu usai meninjau Masjid 99 Kubah yang berada di Kawasan Center Poin Of Indonesia (CPI), Jl Metro Tanjung Bunga, kota Makassar, Selasa (14/5/2019), Nurdin Abdullah menjanjikan agar Masjid ini baru bisa dioperasikan pada tahun 2020.

“Ya tentu Masjid ini harus di manfaatkan segera, karena ini sudah menghabiskan anggaran 120 miliar, kalau saya liat, ini mungkin kondisi 70% tetapi yang namanya finishing biasanya lebih mahal, pasti kita membutuhkan 120 juta lagi, sampai penataan semua termasuk menaranya belum ada, jadi saya kira tahun 2020,” kata Nurdin ditemui di Masjid 99 Kubah di CPI.

Selanjutnya pada akhir tahun 2019 lalu, dijelaskan baru akan melakukan audit fisik pada tahun 2020 mendatang.

Sepanjang tahun 2019 sendiri, Pemprov Sulsel menangguhkan pembangunan Masjid tersebut, karena anggaran untuk kelanjutan pembangunan Masjid tersebut, untuk sementara dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Ini kita lagi nunggu, kan belum di fungsikan, kita lagi nunggu audit fisiknya,” kata Nurdin Abdullah, Senin (4/11/2019).

Menurut Nurdin Abdullah untuk audit fisik sendiri itu membutuhkan anggaran yang besar sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk Barombong saja, Pemprov gelontorkan Rp 400 jt.

Untuk audit fisik Masjid 99 Kubah, lanjut Nurdin mengatakan akan dianggarkan 2020. Ia mengatakan pihaknya sengaja melakukan penangguhan pembangunan masjid hingga audit fisik, untuk memastikan bahwa pembangunan Masjid ini dibangun sesuai dengan koridor. Audit fisik ini berhubung karena telah berlangsung penggantian pimpinan di provinsi Sulawesi Selatan ini.

“Kita bukan mencari salah, tapi audit ini untuk men-clearkan atau meluruskan ketika ada temuan dalam proses pembangunan sebelumnya. Tapi kami komit rampungkan pembangunan Masjid ini,”kata Nurdin Abdullah. (Ip)

‘PostBanner’

Comment