by

Tarif Dasar Listrik “Tidak Naik”, PLN Siapkan Skema Perlindungan Lonjakan bagi Pelanggan

General Manager Pt. PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Menanggapi banyaknya keluhan pelanggan terkait lonjakan kenaikan tagihan listrik, PLN UIW Sulselrabar mengeluarkan press release No. 59.PR/STH.01.05/UIWSSTB/2020 untuk menekankan bahwa tidak ada kenaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) saat ini.

“Dari tahun 2017 hingga saat ini harga rupiah per kWh masih tetap atau tidak mengalami kenaikkan”, jelas General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu. Minggu (7/6/2020).

‘FooterBanner’


Terkait terjadinya lonjakkan kenaikkan tagihan rekening listrik pada bulan Juni sebagian pelanggan dikarenakan tagihan listrik pada bulan April dan Mei menggunakan perhitungan rata-rata pada 3 bulan sebelumnya.

Ismail beralasan, pengambilan perhitungan rata-rata tersebut akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan petugas Cater PLN tidak dapat melakukan pembacaan langsung ke rumah-rumah pelanggan.

lebih lanjut, untuk tagihan listrik bulan Juni 2020, PLN telah memberlakukan kembali pencatatan stand meter langsung ke rumah pelanggan sehingga diperoleh angka stand meter yang sebenarnya atau riil.

Kondisi ini menyebabkan adanya lonjakkan tagihan listrik bulan Juni akibat pemakaian bulan Maret, April dan Mei yang belum tertagih karena menggunakan perhitungan rata-rata.

“Kenaikan tagihan listrik ini disebabkan oleh peningkatan konsumsi listrik oleh pelanggan pada saat PSBB, masyarakat banyak beraktifitas di rumah. Ditambah lagi, kenaikan konsumsi listrik pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri,” ucap Ismail.

Menghadapi permasalahan tersebut, PLN telah memberikan solusi dengan menyiapkan skema yang telah disampaikan oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril bagi pelanggan yang kenaikkan tagihan listrik bulan Juni 2020 diatas 20% dari tagihan listrik bulan Mei 2020.

BACA JUGA:  HUT Golden Tulip Essential Makassar Rayakan dengan Tumpeng

Serta, PLN memberikan solusi dengan cara 40% selisih rekening Juni 2020 terhadap tagihan listrik Mei 2020 ditagihkan pada rekening bulan Juni 2020.

“Dan sisanya sebesar 60% dapat dicicil 3 bulan yang dimulai pada rekening bulan Juli 2020″, terangnya.

Lebih lanjut, Untuk memudahkan pelayanan bagi pelanggan yang mengalami lonjakkan tagihan, dirinya berharap agar pelanggan dapat melaporkan melalui sarana resmi PLN situs http://www.pln.co.id, Contact Center PLN 123 melalui (Kode Area) 123, Instagram @pln123_official, Fanpage Facebook PLN 123, mention Twitter @pln _123 dan download aplikasi PLN Mobile .

“Pada saat menyampaikan laporan, pelanggan dimohon menginformasikan angka stand meter pada saat melapor dan bisa juga pelanggan datang langsung ke Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) terdekat dengan menyertakan foto stand meter”, ungkap Ismail.

Dalam melayani pelanggan langsung di Kantor ULP, PLN tetap memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 dengan cara menjaga jarak (physical distancing), menyiapkan wastafel untuk cuci tangan, hand sanitizer dan pelanggan diwajibkan menggunakan masker.

Tak hanya itu, pembayaran rekening listrik dan pembelian token listrik dapat dilakukan dimana saja dengan banyak sarana yang berbasis aplikasi seperti Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking, hingga ATM.(*As)

‘PostBanner’

Comment