by

Klaim Penyebaran Virus Sudah Menurun, Gugus Covid-19 Sulsel Evaluasi 2 Minggu untuk ‘New Normal’

Sampel darah tes covid 19 (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel menyebutkan penyebaran virus sudah menurun yang terlihat pada dua minggu terakhir mulai hari ke 71-84, reproductive number(Ro) sudah turun ke Rt 0,9 dengan interval 0,9-1,1.

Tim Konsultan COVID-19 Sulsel, Ansariadi menjelaskan di Makassar, Minggu evaluasi peningkatan kasus dilakukan dari waktu ke waktu tapi kurva yang ditampilkan tidak berdasarkan harian sebab hasilnya kadang berbeda, kapan terjadinya penyakit dengan kapan diumumkan.

‘FooterBanner’


“Seperti yang kita temukan ternyata yang diumumkan terjadi akumulasi dari beberapa hari lalu. Sehingga kita bisa keluarkan kurva epidemologinya. Dan kita lihat ada peningkatan dan penurunan, ini melihat juga kapan PSBB dilakukan dan bagaimana efeknya,” ujar Ansariadi dalam keterangannya di Makassar, Minggu (7/6/2020).

Kurva inilah yang menjadi dasar menghitung reproductive number dan terlihat bahwa dalam dua minggu terakhir sudah ada penurunan, (Rt) 0,9 sampai 1,1.

“Intinya adalah dalam suasana yang bisa dikontrol, terkendali, misalnya ada tiga kasus tetapi terkendali dan tidak menimbulkan wabah luar biasa, maksud saya tidak dalam jumlah di luar ekspektasi kita,” jelasnya.

Sedangkan terkait New Normal ketika aktivitas dibuka kembali, seperti sekolah dan masjid, evaluasi perlu dilakukan satu sampai dua minggu ke depan bagaimana tren penurunan dan sejauh mana masyarakat mampu menerapkan protokol sehat di masa New Normal.

“Saya berharap tidak hanya mengimbau masyarakat. Karena sebagian masyarakat bisa lakukan. Tetapi mungkin sebagian besar tidak mampu, kita harus membuat mereka mampu. Apa fasilitas yang diberikan kepada mereka. Misalnya di sekolah, pemberian alat cuci tangan. Saya kira ini pekerjaan berat pemerintah ke depan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr Ichsan Mustari, menyebutkan, dengan angka Rt 0,9, maka Sulsel dipersiapkan menuju penerapan New Normal Life.

“Kita lihat dua minggu, tidak langsung. Kita lihat masih banyak variabel lain, inikan masih pasca lebaran kita lihat dua minggu dulu,” kata Ichsan.

Sementara itu, Ahli Epedemologi dan Guru Besar FKM Unhas Ridwan Amiruddin memaparkan untuk penerapannya, kurva Angka Reproduksi (Rt Covid-19) harus berada di bawah satu. Dan hingga pukul 22.15 Wita (Sabtu) jumlah total angka positif COVID-19 di Sulsel 1.839 kasus, dirawat 1.067, sembuh 679 (36,7 persen), meninggal 98 (5,3 persen).

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel dan GM Pertamina Bahas Beasiswa untuk Warga Pulau

Dijelaskan, sempat terjadi kenaikan angka signifikan karena adanya kasus positif di Kapal Lambelu, kondisi pada saat PSBB dimulai dan setelahnya.

Juga dijelaskan jumlah kasus di Sulsel ditemukan tinggi, karena kemampuan memeriksa di laboratorium yang dimiliki Sulsel yang makin besar. Tujuh lab membuat tim aktif mencari kasus. Kemampuan memeriksa Sulsel untuk jumlah tes harian dan total tes PCR dua kali dari kemampuan nasional.

Kemampuan Indonesia untuk tes harian 30/1.000.000 penduduk, sedangkan di Sulsel sudah mampu 60/1.000.000 penduduk. Jumlah tes maksimal harian 786 tes sepanjang periode hingga 5 Juni 2020.

Ridwan menjelaskan, kurva epidemologi merupakan suatu kurva yang mengambarkan tentang tumbuh kembangnya sebuah epidemi atau pandemi. Kurva dikembangkan berdasarkan konsep pengembangan penyakit, konsep ini menggambarkan terpaparnya seseorang sampai munculnya gejala. Sejak 22 atau 23 Maret sampai 4 Juni, timnya sudah membangun kurvanya dan telah ditemukan bentuk kurva pandemi COVID-19 untuk Sulsel.

Hal yang menarik dari kurva ini, bahwa setiap intervensi yang diberikan secara masif itu mampu memberikan daya tekan terhadap pertumbuhan kasus. Intervensi secara masif antara lain, adalah Work From Home, kedua PSBB 1 dan 2 Makassar, PSBB Gowa, Duta COVID-19, intensive tracking dan penambahan laboratorium.

“Memang dengan pertambahan tujuh lab itu, itu menambah dan memberikan daya, kelihatannya pada penambahan jumlah kasus. Tetapi pada satu sisi ini menekan penularan,” sebutnya.

Sehingga, dampak realnya adalah pada tanggal 23 Maret Sulsel memiliki Ro (Reproduksi) kasus dari 2,8 sampai 4. Pertumbuhan kasus sejak 19 Maret dengan Ro sebesar 3,8 dengan berbagai intevensi, itu pelan-pelan menurun sesuai dengan intervensi yang diberikan kemudian per 6 Juni sudah berada pada angka 0,9.

Artinya, bahwa pelan-pelan Sulsel ini on the track pada interval intervensi yang diberikan. Dengan intervensi yang diberikan tersebut, diharapkan dalam 2-3 pekan ini mampu mengontrol pertambahan kasus.

“Dengan demikian Sulsel ini bisa masuk ke dalam New Normal. Jadi bulan Juni ini meskipun secara kasus harian kelihatan ada fluktuasi tetapi, secara kontinyu dari grafik ini menunjukan kestabilan angka di kisaran satu dan di bawah satu,” tegas Ridwan.

Dengan demikian, terpenuhi syarat untuk melakukan pelonggaran atau implementasi dari New Normal Life ke depan. (Ip)

‘PostBanner’

Comment