by

Jokowi Sebut di Sulsel Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi, Menkes dan Kepala BNPB akan ke Makassar

Zona virus (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan dan ingin Gugus Tugas, Kementerian, TNI dan Polri konsentrasi pada 3 (tiga) provinsi yang masih tinggi penyebaran Covid-19.

“Gugus Tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, yaitu di Jawa Timur, di Sulawesi Selatan dan di Kalimantan Selatan,” tutur Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas, Kamis (4/6/2020).

‘FooterBanner’


Lebih lanjut, Presiden meminta agar hal ini dijadikan perhatian khusus sehingga angka penyebarannya bisa ditekan lebih turun lagi.

https://setkab.go.id/presiden-konsentrasi-pada-provinsi-jatim-sulsel-dan-kalsel

Berdasarkan Data dari laman covid19.sulselprov.go.id yang diperbarui (update) pada pukul 23:18 Wita, Jumat (5/6/2020), jumlah kasus Covid-19 di Sulsel kini mencapai 1.774.

Dari angka tersebut, 1.004 orang mendapat penanganan medis, dimana 479 orang di antaranya sedang dirawat di rumah sakit dan 525 orang sedang menjalani isolasi mandiri. Kabar baiknya, ada 674 orang sembuh dari Covid-19. Namun, ada 94 orang pasien positif meninggal dunia.

Adapun Sulsel dengan populasi 8,82 juta penduduk (data BPS pada tahun 2019), pada saat ini berada di urutan keempat di antara 34 provinsi di Indonesia dalam jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Di atas Sulsel, ada DKI Jakarta di urutan pertama (7.766 kasus), Jawa Timur di urutan kedua (5.549 kasus), dan Jawa Barat di urutan ketiga (2.366 kasus).

Menindaklanjuti permintaan Presiden, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo bersama dengan Menteri Kesehatan RI atau Menkes, Letnan Jenderal (Purn), Terawan Agus Putranto bakal ke Sulsel dalam 2 atau 3 hari ke depan.

Rencana kunjungan Doni Monardo dikonfirmasi Staf Khusus Kepala BNPB, Egy Massadiah saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6/2020) malam.

Di Makassar, Doni Monardo akan rapat bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Balai Jenderal M Jusuf sekaligus posko induk gugus tugas.

Sebagai informasi, sebelumnya Rapat Terbatas (Ratas) melalui Video Conference tentang Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19, (27/5/2020), di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden juga meminta Gugus Tugas dan Kementerian juga fokus pada provinsi yang memiliki kasus barunya cukup tinggi (termasuk Sulsel-red).

BACA JUGA:  Soal Kasus Pembunuhan Wartawan dan Penangkapan Anggota Pers Mahasiswa, LaNyalla: Sebaiknya Kapolri Atensi Kasus Ini

Menanggapinya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) yang juga ketua Gugus tugas percepatan penanganan COVID 19 memastikan penyebaran Corona di Sulsel sudah dalam kendali.

“Tentu kami ingin tegaskan bahwa penyebaran COVID-19 sudah dalam kendali. Memang butuh waktu untuk membuat masyarakat lebih disiplin dan lebih patuh mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan,” kata Nurdin Abdullah, Rabu (27/5/2020).

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatiannya ke Sulsel. Namun, perlu kami jelaskan bahwa upaya memutus rantai penularan terus kami lakukan bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota dan Forkopimda, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Bahkan sinergi penanganan terus kami lakukan,” sambungnya.

“Kapasitas laboratorium uji terus kami tingkatkan. Sosialisasi tentang protokol kesehatan secara masif kami gelorakan baik provinsi maupun kabupaten/kota, upaya maksimal sudah kami lakukan,” jelas Nurdin Abdullah.

Padahal sebelumnya ditargetkan akhir Mei pendemi ini bisa berakhir di Sulsel. Hal itu diungkapkan Nurdin Abdullah usai melalukan kunjungan ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Balai Prajurit Jendral M Yusuf, Sabtu (2 /5/2020), dilansir dari website Pemprov Sulsel.

Nurdin Abdullah mengaku Pemerintah Provinsi Sulsel bersama semua pihak sepakat untuk mengakhiri pendemi COVID 19 ini diakhir Mei.

“Tentu kita semua berharap pandemi ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat kembali berlangsung normal. jadi target kami akhir Mei kita harus akhiri COVID 19 dengan tentunya membutuhkan komitmen bersama, termasuk masyarakat untuk disiplin dalam mengikuti seluruh imbauan maupun larangan pemerintah,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah menjelaskan untuk memutus mata rantai penyebaran khususnya, di Makassar maka dilakukan tracking contact dengan menelusuri semua riwayat pasien.

“Jadi puskesmas terus melakukan tracking contact dengan menelusuri semua riwayat pasien untuk mencegah lokal transmisi terjadi. Saya juga berharap para Kepala Dinas Kesehatan, camat, lurah kepala desa RT/RW,untuk bergerak bersama untuk memutus rantai penularan,” jelasnya. (Ip)

‘PostBanner’

Comment