by

Soal Dugaan Mark Up Anggaran Sembako Makassar, Pengamat: Kapolda Diminta Maksimalkan Penyelidikan

Paket bantuan sembako (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Diketahui, Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan mark up anggaran 60 ribu paket sembako sebagai bantuan sosial (bansos) ke warga terdampak pandemi virus Corona (COVID-19) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi mengaku tengah mengumpulkan bukti.

“Benar kita selidiki. Itu ada pengaduan masyarakat diduga mark up,” ujar Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Augustinus B Pangaribuan saat dihubungi, Sabtu (30/5/2020).

‘FooterBanner’


Augustinus mengatakan, awalnya polisi menerima aduan warga sehubungan dengan polemik pembagian Bansos Corona yang tidak merata di Makassar. Belakangan, polisi juga menerima laporan warga soal adanya dugaan mark up harga paket sembako.

“Intinya kita itu mendapat keluhan-keluhan dari masyarakat di lapangan. Dari situ kita melangkah melakukan penyelidikan,” kata Augustinus.

Tanggapan Pengamat

Menanggapinya, Pengamat Sosial Politik asal Sulsel, Mulawarman mengungkap bahwa Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe telah meminta Dirkrimsus Polda Sulsel memaksimalkan penyelidikan dugaan Mark-up Anggaran Sembako Covid-19 Kota Makassar.

Mulawarman yang juga wartawan senior dan sahabat Kapolda, mengaku beberapa hari lalu telah berkomunikasi dengan Kapolda.

“Saya meminta penyelidikan kasus dugaan Mark-up ini dimaksimalkan untuk segera ditingkatkan statusnya. Karena kasus ini menjadi perhatian publik luas di Kota Makassar,” kata Mulawarman yang menirukan pernyataan Kapolda, Rabu (3/6/2020).

Dinsos Makassar Minta Tambahan Dana Sembako Rp 10 M

Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar untuk parisal kedua, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Sekretaris Dinas, Asvira Anwar Kuba kembali mengusulkan pengadaan paket sembako dengan nilai penambahan anggaran Rp10 miliar.

BACA JUGA:  Konsisten, Paslon Imun Pastikan Tidak Mobilisasi Massa Saat Pengundian Nomor Urut

Rapat anggaran tersebut untuk membahas penanganan dampak Covid-19, yang dilakukan pada hari Jumat (29/5/2020), kemarin, sejumlah Organisasi Daerah (OPD) yang terlibat dalam gugus tugas hadir dalam rapat tersebut.

Menanggapi soal pengajuan anggaran dari Dinsos Kota Makassar, anggota Banggar, yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara berkomentar.

“Anggaran yg diberikan saja belum habis masa mau minta lagi”, jelas Abdi saat di hubungi via telpon. Sabtu (30/5/2020).

Harga per Paket Sembako Rp 620 ribu

Sebagai informasi,sebelumnya anggota DPRD Makassar, Nunung Dasniar kembali mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lebih transparan dan terbuka terkait anggaran paket bantuan sembako.

Dari informasi yang dihimpun, bantuan paket sembako yang disalurkan ke masyarakat, biaya budgeting Rp620 ribu per paketnya. Dimana di dalamnya, sudah termasuk bahan pokok dan biaya packing, dan pengawalan.

Dana tersebut diperoleh dari Biaya Tak Terduga (BTT) di Sekretariat Pemkot Makassar sebesar Rp30 miliar, dan anggaran Silpa tahun 2019 sebesar Rp147 miliar.

“Kami minta agar rincian anggaran bantuan per paket itu harus dipublis ke masyarakat supaya tidak ada lagi tendensi kecurangan,” terang Nunung, Rabu (22/4/2020). (Ip)

‘PostBanner’

Comment