by

(Opini) Pantaskah Sancho Jadi Rebutan?

Keterangan Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad Rajendra Paturusi

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pemain sayap Borussia Dortmund asal Inggris berusia 20 tahun, Jadon Malik Sancho, menjadi rebutan sejumlah klub besar dunia. Bayern Munchen, Real Madrid, Liverpool dan yang paling serius mendekatinya Manchester United. Meski Sancho diketahui berasal dari akademi klub rival sekota Manchester City. Teranyar mereka rela membayar mahal plus memberikan Alexis Sanchez sebagai pemulus mega transfer tersebut.

‘FooterBanner’


Lalu, seperti apa pengaruh Sancho dalam tim dan pantaskah dirinya jadi rebutan? Legenda Manchester United Ryan Giggs menyebut, ada tiga pemain muda saat ini yang pantas di beli dengan harga mahal yaitu Erling Haaland (Borussia Dortmund), Marcus Rashford (Manchester United) dan Jadon Sancho.

Sancho memiliki postur tubuh, kecepatan dan skill khas pemain sayap. Saat pertama kali datang ke Bundesliga pada 2017, Sancho bukan pemain yang di perhitungkan. Dirinya sangat sulit untuk melewati bek Jerman dalam duel satu lawan satu karena memiliki postur tubuh tinggi besar yang cukup untuk menutup gerakannya.

Sadar akan hal itu, Sancho merubah gaya permainannya dengan lebih banyak memberikan passing daripada menahan bola. Terbukti Sancho menjadi pemain terbanyak di Bundesliga yang berhasil mencatatkan operan satu dua bersama rekan setimnya sejauh ini. Selain memiliki kecepatan, cara ini terbukti ampuh menciptakan ruang untuknya di sisi sayap.

Mulai diperhitungkan, pergerakan Sancho sangat diwaspadai setiap pemain bertahan lawan, sehingga sering kali ada tiga sampai empat pemain Dortmund lain yang bisa berdiri bebas di area kotak penalti lawan saat Sancho menguasai bola. Hal ini yang memudahkan pemain seperti Reus dan Haaland berhasil untuk mencetak gol.

Wajar saja, selain bermain passing satu dua, Sancho memilih untuk mendorong bola dan melakukan gerakan Running With The Ball untuk melewati pemain belakang lawan ketimbang berduel satu lawan satu, jadi bisa sampai tiga dan empat pemain lawan yang datang untuk menutup pergerakannya.

Saat meminta bola, Sancho memilih untuk turun sangat jauh di sisi sayap untuk memancing lawan mengikutinya bukan menunggu bola di daerah pertahanan lawan. Sancho bukan pemain yang egois, saat berada di depan gawang dirinya lebih memilih untuk memberikan umpan daripada mencetak gol. Hal ini yang membuat Sancho terpilih sebagai The Best Provider Bundesliga pada musim 2018/2019.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Rencana Benahi Infrastuktur Beberapa Sekolah

Di Timnas Inggris

Pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate tahu betul cara memanfaatkan Sancho. Dia tidak meminta Sancho untuk merubah gaya bermainnya saat di Timnas. Dimainkan di lini depan bersama Harry kane dan Sterling ditambah Dele Alli sebagai gelandamg serang membuat Inggris sangat superior di babak kualifikasi Grup A Euro 2020 dengan memenangkan tujuh dari delapan pertandingan dan keluar sebagai juara grup. Selain Sancho dan Sterling masih ada nama seperti Masson Mount, Marcus Rashford, James Maddison, dan Hudsun Odoi untuk mengisi sayap timnas Inggris.

Bukan Pemain yang Sempurna

Jika pindah ke tim besar Sancho dihadapkan pada tantangan lain. Tuntutan bermain konsisten dari para fans dan media menjadi sesuatu yang harus dihadapinya. Apalagi bila dirinya sudah ditebus dengan harga mahal.

Sancho adalah tipe pemain yang butuh banyak suplai dari rekan setimnya untuk membantu pergerakannya. Rasa ego sebagai pemain mahal harus dihindarinya.
Sancho juga harus meningkatkan kekuatan tubuhnya agar mampu berduel satu lawan satu dengan pemain lawan. Selain itu, dia harus lebih mengasah kemampuan crossingnya lagi.

Saat ini, selain Sancho ada beberapa nama pemain muda lain di posisinya yang bisa jadi opsi tim besar yang gagal mendapatkannya seperti Rodrygo (Real Madrid), Federico Chiesa (Fiorentina), Leon Bailey (Bayer 04), Willem Geubbels (AS Monaco), dan Ferran Torres (Valencia). Kita lihat saja bagaimana nanti pengaruh Sancho dan pantaskah dirinya dibeli dengan harga mahal?

(*Pelatih Bank Sulselbar FC Berlisensi C Diploma PSSI/AFC)

(Isi tulisan ini adalah tanggung jawab Penulis)

‘PostBanner’

Comment