by

KPU Kota Makassar Uji Coba E-Coklik, Ini Pesan Bawaslu Kota Makassar

KPU Kota Makassar gelar Uji Coba E-Coklit yang diawasi oleh Bawaslu Kota Makassar.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menggelar uji coba penggunaan E-Coklit di 2 Kecamatan di Kota Makassar, yakni KecamatanMamajang dan Kecamatan Manggala. Kamis (14/5/2020).

Dalam Uji Coba tersebut, turut hadir Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar, Nursari yang di dampingi 10 Staf Sekretariat Bawaslu Kota Makassar untuk melakukan pengawasan.

‘FooterBanner’


Kegiatan ini, agar KPU Kota Makassar bisa melihat kekurangan dan kelebihan aplikasi E-Coklit yang akan digunakan untuk proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang direkrut.

Hal itu disampaikan Anggota KPU Makassar, Romy Harminto menjelaskan aplikasi E-Coklit yang akan digunakan ini masih banyak ditemukan kelemahan dan kendala dalam pemggunaannya bahkan belum bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita akan terus memperbaiki dan menyempurnakan aplikasi e-coklit ini , karena seperti yang kita lihat sekarang masih banyak error nya, tentunya ini menjadi catatan kami dalam uji coba hari ini”, jelas Romy kepada wartawan.

BACA JUGA:  Begini Alasan TSY-AM Terhadap Pentingnya Konstribusi Millenial bagi Gerak Maju Suatu Daerah

Untuk itu, Aplikasi ini (E-Coklit) yang akan digunakan nanti, dan KPU berharap Aplikasi ini harus bisa di HP (gadget) berbasis Android dan iPhone manapun yang memiliki spesifikasi minimal RAM 1 GB,

“Olehnya itu, kita akan terus menyempurnakannya (Aplikasi E-Coklit) sebelum resmi digunakan”, ungkap Romy.

Ditempat yang sama, Ketua Bawaslu Kota Makassar menegaskan, KPU Kota Makassar harus memiliki strategi untuk melakukan pemutakhiran data ditengah Pandemi Covid-19.

Bukan hanya itu, Nursari juga menyinggung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar yang seharusnya sudah memiliki data yang valid sehingga proses pemutakhiran data pemilih nantinya tidak membutuhkan waktu yang panjang.

“Seharusnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah terupdate data base kependudukannya sehingga pada saat pemutakhiran data pemilih bisa lebih singkat, akurat dan valid”, pungkas Nursari.(As)

‘PostBanner’

Comment