by

Danny Klarifikasi Kasus Dugaan Korupsi PDAM Kepada Kejati

Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) setelah penuhi panggilan Kejati.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Mantan Wali Kota Makassar periode (2014-2019), Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) memenuhi panggilan Kejati Sulsel untuk klarifikasi soal dugaan korupsi PDAM Makassar, Rabu (13/5/2020).

Kedatangan Danny Pomanto (DP) didampingi kuasa hukumnya langsung masuk keruang jaksa lantai 1.

‘FooterBanner’


“Saya mengklarifikasi masalah-masalah tentang isu laporan PDAM. Posisi kita sebagai Wali Kota Makassar. Jika kasus ini ada pidananya, BPK pasti langsung melaporkan. Aneh juga, penemuan BPK dilaporkan sama orang lain. Padahal misalnya ada hal-hal administratif. Biar kita serahkan saja, bagus ini biar semua diungkapkan”, terang DP

Menurut dia, tugas Wali Kota di PDAM Makassar untuk merekomendasikan, bukan memerintahkan.

BACA JUGA:  Ada Apa? Dua Nasabah BPR Sulawesi Mandiri Dilapor Balik Setelah Sebelumnya Melapor

“Kalau ada bilang bertanggung jawab, saya akan tuntut mereka. Karena semua sudah dilaksanakan oleh Wakil Walikota sebagi ketua tindaklanjut dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)”, ungkap DP

Dalam pemanggilan itu, Danny Pomanto diminta untuk mengklarifikasi pada beberapa struktur, prosedur dan posisi Wali Kota Makassar seperti apa tugasnya.

“Semua ada di BPK dan sudah lengkap. Saya kira masyarakat Makassar sudah mengetahui, kalau memasuki Pilkada Makassar, saya paling pertama difitnah. Tapi saya bersyukur dapat pahala kesabaran dari Allah SWT. Sebab masyarakat sudah cerdas, kalau ada berkaitan politik, bersaing sehatlah,”tutup DP.(*As)

‘PostBanner’

Comment