by

Komisi D: Tolong Pemkot Evaluasi Kembali, Jangan Sampai PSBB “Sia-Sia”

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat, DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir juga menilai jika penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Anging Mammiri ini belum maksimal.

Legislator fraksi partai Golkar Kota Makassar itu beralasan, gagalnya PSBB di Kota Makassar ini dikarenakan kurang konsolidasi yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar.

‘FooterBanner’


“PSBB di Makassar memang belum maksimal, karena terkendala pada kurangnya sosialisasi dan mengedukasi rakyat betapa pentingnya ini (PSBB), dan

konsolidasi dan koordinasi jajaran ASN Pemkot kurang berjalan dengan baik”, jelas Wahab saat dikonfirmasi via telpon. Rabu (6/5/2020).

“Akan tetapi itu (PSBB) tidak gagal, cuma saya harus jujur menyatakan PSBB di Kota Makassar tidak maksimal hasil dan harapannya, karena ketidak dispilinan”, tambahnya.

Bukan hanya itu, kata Wahab, pembagian paket sembako yang dilakukan Pemkot melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar terkendala banyak hal teknis.

“Seperti, validasi data yg masuk ke Dinsos, terus kurangnya tenaga bongkar muat paket sembako, dan juga pada saat penditribusian, banyak didapat kepanikan masyarakat disebabkan oleh karena kurang pemahaman tentang yang namanya distribusi bertahap”, terang Wahab.

BACA JUGA:  Jubir 'Adama' Indira Mulyasari: Lebih Baik 1 Bukti daripada 2,3,4 Janji

Olehnya itu, sebelum melangka lagi, Wahab berharap agar Pemkot harus melakukan evaluasi obyektif dan jujur tentang pelaksanaan PSBB tahap 1.

“Karena banyak yang harus dipertimbangkan, termasuk sosial kultur masyarakat Kota Makassar karena akan sia – sia PSBB kalau kita semua tidak disiplin, jangan keluar rumah kalau tidak terlalalu penting, serta jaga pola hidup sehat dan perbanyak berdoa”, harap Wahab.

“Dan soal pembagian sembako tadi, sebaiknya dipercepat, agar semua masyrakat yang berhak segera menikmatinya, karena dari laporan “lisannya” yang terealisasi baru sekitar 20 ribu paket, jadi masih ada sekitar 40 ribu paket yang belum terdistribusi”, pungkas Wahab.(As)

‘PostBanner’

Comment