by

Tak Hanya Covid-19 yang Meningkat, Kasus Pencurian di Kota Daeng Harus Diantisipasi

Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan Wibisono.(int)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar ternyata menimbulkan permasalahan baru, seperti terungkapnya beberapa kasus pencurian dengan kekerasan marak terjadi di Kota Daeng ini.

Menanggapi perihal tersebut, banyak pihak menganggap meningkatnya kejahatan berkaitan dengan dibebaskannya ribuan napi oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui program asimilasi.

‘FooterBanner’


Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan Wibisono menjelaskan, akan tetap melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku jika napi asimilasi nekat melakukan kejahatan.

“Pihak lapas sudah koordinasi dengan kami siapa pun yang dibebaskan itu ada datanya. Dari data itulah kami tetap mengawasi apalagi tertangkap kami akan proses sesuai dengan aturan yang berlaku”, jelas Kombes Yudhi. Minggu (3/5/2020).

“Contohnya, dia dulunya mungkin jambret, kemudian ditahan, karena masa asimilasi jadi dibebaskan, jadi kalau nekat melakukan lagi (jambret) kita akan tahan, tanpa pengecualian”, terang Yudhi.

BACA JUGA:  Hadir di Makassar, Djoeragan Dapur Sajikan Menu Kepiting Saos Hambur dengan Harga Terjangkau

Selain itu, Kombes Yudhi membeberkan, sudah ada laporan masuk ke pihaknya terkait kasus pencurian di Minimarket dan penyebabnya merupakan mantan napi.

Tak hanya itu, Kombes Yudhi mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka kriminalitas dikarenakan faktor ekonomi saat PSBB berlangsung. Di mana pergerakan warga dibatasi dan banyak karyawan yang dirumahkan.

“Corona sangat berdampak di sektor ekonomi, dari atas sampai bawah kena semua, dari pejabat sampai kalangan bawah juga kena”, katanya.

Olehnya itu, ia mengatakan, bagi mantan napi yang kurang mampu dari segi ekonomi agar segera melapor kelurahan untuk mendapat bantuan sembako.

“Kami dari Polrestabes sendiri juga akan membagikan sembako yang dikumpulkan dari donatur. Sasarannya tentu masyarakat miskin apalagi yang tidak kebagian dari Pemkot”, pungkas Kombes Yudhi.(As)

‘PostBanner’

Comment