by

Sulsel Bertambah 56 Positif, Pemprov Sulsel: Makassar Terbanyak Karena Warga Tak Patuh Tinggal di Rumah

Ilustrasi

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pasien positif COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan hingga Jumat (1/6/2020) bertambah 56 kasus, sehingga total jumlah penderita menjadi 547 orang.

Adapun Kota Makassar paling banyak yakni 24 kasus, disusul Kabupaten Luwu Timur sembilan kasus, Sinjai enam kasus, Gowa empat kasus, Bulukumba, Selayar, dan Kota Pare-Pare masing-masing dua kasus.

‘FooterBanner’


Kepala Dinas Kesehatan Sulsel M Ichsan Mustari saat Video Confrence, Jumat malam menjelaskan kasus bertambahnya pasien positif di Kota Makassar, karena tidak patuhnya masyarakat atas imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah dan tidak berkeliaran tanpa kepentingan mendesak. Selain itu, penularan melalui transmisi lokal penyebarannya melalui kontak serumah dan mereka jarang mengenakan masker termasuk anak-anak muda sering berkumpul-kumpul dengan teman sebayanya membuat virus ini cepat menyebar.

“Kalau Makassar melihat begitu besarnya angka sehingga isolasi di rumah tidak memungkingkan untuk dilakukan secara efektif, sehingga didorong agar mereka dimasukkan kamar di hotel yang telah disiapkan untuk isolasi mandiri,” kata Ismail.

Data perkembangan terbaru kasus COVID-19 Jumat 1 Mei 2020 untuk kasus positif sebanyak 547 orang, 363 orang masih dirawat, 145 orang sembuh dan 39 orang meninggal..Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 849 kasus, 279 orang masih dirawat, 485 orang dipulangkan atau sehat dan 85 orang meninggal. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4.027 kasus, dengan rincian 1.162 proses pemantauan dan 2.865 sudah dipantau.

BACA JUGA:  Ciptakan Suasana yang Kondusif, Personil Polres Tana Toraja Laksanakan Patroli Bersama BKO Brimob

Adapun Sulsel saat ini masih diurutan ke-5, Provinsi dengan kasus positif terbanyak di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sebagai informasi, sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memerintahkan agar Orang Dalam Pengawasan (ODP) atau Orang Tanpa Gejala (OTG), di Sulsel termasuk dari Kota Makassar di karantina di Hotel yang disiapkan Pemprov Sulsel.

“Kita ingin memastikan seluruh warga yang berstatus OTG dan ODP yang ada di Makassar agar dikarantina di hotel yang sudah kita siapkan. Sebelum melakukan transmisi ke orang yang sehat, kita harus segera bisa hentikan pergerakannya dengan cara karantina, karena walaupun di isolasi di rumah, itu masih tetap memungkinkan untuk keluar dan berinteraksi dengan yang lain, inikan berbahaya,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media saat mendatangi Posko Covid-19 Kota Makassar, di Jalan Nikel Raya, Makassar, Selasa (28/4/2020). (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment