by

Pelaku Usaha Non-Kebutuhan Pokok Masih Buka, Dewan: Saya Lihat, Aturan Itu Hanya Formalitas

Wakil Ketua Komisi A, Bidang Hukum, Pemerintahan dan Aset, DPRD Kota Makassar, Hj. Nunung Dasniar.

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dalam 4 hari ini, penerapan Pembatan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Daeng tidak berjalan secara maksimal.

Sesuai ketentuan dalam peraturan Wali Kota (Perwali) dalam pelaksanaan PSBB di Makassar, toko yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan pangan warga, dilarang beroperasi.

‘FooterBanner’


Namun, tim gabungan penegakan aturan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang marak dijumpai adalah pengoperasian toko non-kebutuhan pokok.

Legislator partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Makassar, Nunung Dasniar menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkesan pilih kasih kepada sejumlah pengusaha non-kebutuhan pokok yang masih beroperasi di Makassar selama PSBB.

“Kan itu (aturan) sudah jelas disitu, jadi toko yang mempunyai izin bahan pokok tutup dong, seperti bintang, Alaska tutup itu, jangan tebang pilih,” tegas Nunung, Senin (27/4/2020).

BACA JUGA:  Rapid Tes Gratis Bagi Warga yang Ingin Bepergian, Ini Penjelasan Gubernur Sulsel

Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar ini menilai, Pemkot tidak tegas dalam menindaki pelaku usaha dibanding masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Pemerintah kota ini tidak memiliki ketegasan, mereka itu tebang pilih, kalau mereka bisa tegas dengan rakyat miskin atau pengusaha yang tidak punya uang, tapi yang punya uang mereka tidak bisa berbuat apa-apa”, tegas Nunung

“Aturan dibuat untuk tidak untuk dilanggar, tapi saya melihat disini aturan dibuat ini hanya sebagai formalitas untuk menekan orang tidak mampu saja”, pungkas Nunung. (As)

‘PostBanner’

Comment