by

Akan Tegas, Ini Sanksi Masjid yang Masih Adakan Salat Tarawih di Makassar

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb (As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sekitar 65 masjid di Makassar masih melakukan salat tarwih berjamaah, yang tentunya dengan aturan Perwali 2020, tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb pun mulai resah dengan sejumlah pengurus masjid yang tidak patuh dengan aturan. Bahkan ada yang mengelabuhi petugas dilapangan dengan tidak menggunakan pengeras suara.

‘FooterBanner’


“Meski begitu mereka pasti ketahuan karena orang berbondong-bondong datang,” kata Iqbal saat memimpin rapat dengan ormas Islam di Posko Covid 19 Makassar, Jl Nikel Raya.

Iqbal pun mengaku akan menganbil langkah tegas. Ia menyebutkan akan memberikan police line (garis polisi) di masjid yang masih bandel selama pelaksanaan PSBB di Makassar.

“Sudah kita koordinasi dengan Pak Kapolres. Segera para pengurusnya akan diberikan sanksi teguran. Jika masih tidak patuh tentu akan disanksi pidana, serta (masjid) akan dipasangi police line,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, masjid yang masih membandel ini sebagian besar tidak masuk dalam binaan ormas Islam yang ada, seperti Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, serta sejumlah ormas Islam lainnya.

BACA JUGA:  Penularan Covid-19 di Sidrap, Kadinkes Sidrap Terpapar

Dihari ketiga PSBB, Iqbal meyakini bahwa 75 persen masyarakat sudah ikuti aturan PSBB. Olehnya ia meminta dukungan masyarakat.

“Insya Allah, dari hari ke hari makin banyak yang sadar,” kata Iqbal

Sementara itu menanggapi Masjid yang masih adakan Salat Tarawih, secara terpisah Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan mengatakan bahwa pihaknya sebagai aparat kepolisian akan menegakkan aturan sesuai dengan Undang-undang yang ada.

“Sudah jelas, bahwa ini terkait undang-undang karantina kesehatan, didalamnya ada UU nomor 6 tahun 2018 pasal 59 dan pasal 93. Ada pembatasan kegiatan keagamaan di dalam PSBB,” kata Yudhiawan.

Menurut Yudhiawan, pembatasan ibadah berlaku bagi semua, baik digereja, masjid, atau pura yang ada di Makassar.

“Masjid yang tetap melakukan salat tarwih, kami akan tegur, dengan isi suratnya disertakan sanksi,” tegas Yudhiawan sambil mengatakan jika tetap melakukan pelanggaran-pelanggaran, akan dilakukan penindakan ke pengurus atau takmirnya. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment